Atensi Bahaya Narkoba di Daerah Wisata, Dikbud KLU Perkuat Karakter Siswa

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Dr. Lalu Basuki Rahman

Senggigi – Menjadi daerah wisata di satu sisi mendapatkan keuntungan dari sisi pendapatan daerah. Namun di sisi yang lain, pertumbuhan wisata di suatu daerah juga memiliki dampak iringan negative berupa munculnya perilaku negative penduduk sekitar, hingga menjadi pusat peredaran narkotika.

Menyadari hal demikian, Kantor Cabang Dikbud Kabupaten Lombok Utara terus berupaya melakukan langkah-langkah preventif menjaga para pelajar di KLU dari bahaya narkoba. sebagaimana kegiatan yang digelar Minggu, (10/11) kemarin. Sebanyak 50 siswa SMA sederajat mengikuti pembinaan dan pengembangan karakter. Isu yang dibangun selama berlangsungnya kegiatan ialah bahay narkoba dan terorisme.

Kepala Kantor Cabang Dikbud KLU, Dr. Basuki Rahman, menilai bahwa KLU sebagai daerah wisata di NTB rentan terpapar bahaya narkoba. diketahui bahwa daerah wisata sangat identic dengan berbagai hal yang berbau negatif. Narkoba salah satu ancaman yang harus diwaspadai.

“Narkoba ini jelas jadi ancaman generasi muda kita. Siapa yang tidak kenal narkoba hari ini, hampir semua terjerat mulai pejabat artis hingga yang tidak punya jabatan apa-apa juga terkena narkoba. ini mengkhawatirkan para pelajar kita,” ungkapnya.

Dikatakan meski belum mengetahui pasti data ada atau tidaknya para pelajar di KLU yang terpapar narkoba, namun upaya preventif yang dilakukan pihaknya paling tidak sebagai upaya menekan peredaran barang haram itu ke tubuh para pelajar.

“Yang paling penting kan kita sudah berusaha dan terus berusaha menjaga anak-anak kita dengan cara seperti ini. mereka punya wawasan dan pengetahuan baru terkait dampak dan ain sebagainya,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung jelasnya, pelajar dijelaskan banyak hal berkaitan dengan dampak buruk narkoba bagi masa depan para pelajar. Mereka diingatkan meraih cita-cita dengan fokus mengerjakan hal-hal positif baik di sekolah maupun di luar sekolah. Hal demikian mengingat tulang punggung bangsa Indonesia kedepan ada di pundak para pelajar saat ini.

Lebih jauh dikatakan bahwa kegiatan berlangsung dua hari. Mendatangkan sejumlah pemateri mulai dari BNN Provinsi, Akademisi UIN Mataram, Akademisi Unram, hingga LSM yang fokus pada isu narkoba. dia berharap adanya kegiatan mampu memberi wawasan dan perspektif pada siswa tentang bahaya narkoba. sehingga hal itu bisa dhindari dan dijauhi para siswa.

“Karena mereka masa depan bangsa . kita harus jaga dari bahaya narkoba ini,” jelas Basuki Rahman. (dys)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *