Diserbu Pendaftar, Zonasi SMPN 7 Terlalu Luas

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Pendaftar menyerbu sekolah sejak pagi. Nampak panitia sedang memberikan arahan

Mataram- Pendaftaran PPDB (penerimaan peserta didik baru) pada SMP Negeri di Kota Mataram Tahun Pelajaran 2019/2020 untuk jalur zonasi secara serentak dimulai Rabu 3 Juli 2019 pukul 08.00 Wita-14.00 Wita, kecuali pada hari Jumat dimulai pukul 08.00 Wita-11.00 Wita.

Di SMPN 7 Mataram, berdasarkan pantauan warga sudah membludak mengambil nomor antrian pendaftaran sekitar jam 6 pagi. Warga memenuhi tempat pendaftaran depan sekolah.

Kepala SMPN 7 Mataram, H. Muhammad Sibawaih, menjelaskan membludaknya pendaftar pada hari pertama penerimaan adalah hal wajar. Setiap tahun masyarakat selalu ramai mendaftar di hari pertama. Padahal jadwal pendaftaran diagendakan selama tiga hari.

Untuk penerimaan melalui sistem zonasi, pihaknya menerima siswa baru sesuai dengan kuota sebanyak 80 persen dari keseluruhan jumlah siswa yang akan diterima tahun ini atau sekitar 247 siswa.

“Untuk diketahui jalur ini tidak memperhatikan nilai karena jarak rumah yang terdekat dari sekolah wajib masuk,” ujarnya.

Sementara itu Wakasek SMPN 7 Mataram, Ahmad Saehu, menilai membludaknya jumlah pendaftar lantaran cakupan wilayah zonasi yang terlalu luas. Dikatakan Saehu, yang masuk kedalan zonasi SMPN 7 Mataram sebanyak 23 lingkungan.

“Ini yang agak rancu sedikiti. Jempong masuk padahal jaraknya 4,5 km. Tapi dia boleh masuk tapi belum tentu lulus,” ujarnya.

Sebelum itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas agar cakupan zonasi tidak terlalu luas. Karena pada dasarnya, dengan jumlah kuota seperti itu bisa terpenuhi dengan pendaftar dari kelurahan Pagutan saja.

“Kuota jatah terbatas. Sebenarnya pagutan ini saja masuk. Tapi ini kan jewmpong masuk, Gebang masuk. Kita sudah usulkan ke dinas, tapi kita ini kan ujung tombak pendidikan,” jelasnya seraya menyebut semua konsep bagus tapi ada banyak kelemahan seperti yang kami rasakan ada banyak zonasi terlalu luas.

” karena kami dibatasi siswa ada 9 rombel, tiap rombel isinya 32 maksimal, minimal 20. Kecuali kalau kami dijatahkan 14 rombel tidak jadi masalah,” ungkapnya.

Sementara penentuan jarak zonasi nantinya akan dihitung otomatis oleh aplikasi, bukan ditentukan oleh panitia. Panitia bertugas hanya menginput data saja. Sehingga yang harus jeli adalah pendaftar pada saat menunjukkan posisi letak rumah pada saat diverifikasi oleh operator.

Dikatakannya jumlah pendaftar hari pertama 400 orang lebih. Sedangkan yang akan diambil 247 siswa. Diperkirakan jumlah pendaftar akan terus bertambah mencapai 800 karena akan dibuka hingga Jumat mendatang.

“Agar tertib pakai sistem antrian untuk antisipasi ramai. Sesuai dengan juklak juknis mulai buka dari jam 8 sampai 2,” jelasnya.

Lebih jauh diungkapkan sejumlah persoalan pada para pendaftar. Diantaranya ialah banyak orang tua yang tinggal di wilayah zonasi, akan tetapi KK nya ada di luar zonasi. Sehingga bisa dipastikan yang bersangkutan pasti tidak bisa daftar.

“Ada yang ngotot sangat banyak. Kalaupun pakai KK baru dia berlaku enam bulan dulu, kalau tidak ada boleh dia pakai surat domisili tapi harus sudah tinggal enam bulan bersama keluarga yang lainnya, bukan KK nyodok. Ada yang begituan, tetapi kan percuma orang mesin yang bekerja,” terangnya.

Di tengah persoalan yang dihadapi namun pihaknya menyebut sistem penerimaan sekarang lebih baik. Karena dengan sistem sekarang ini sudah tidak ada lagi label sekolah internasional dan favorit.

“Kalau gak lulus bisa sekolah pilihannya kedua ke SMP 19. Dengan cara ini tidak ada siswa yang tidak sekolah, tidak ada sekolah yang tidak ada dapat siswa. Meski potensinya ada anak orang tua ngotot mau masuk ke sekolah ini. Ini untuk pemerataan karena kasian sekolah yang tidak punya murid kasian gurunya tidak dapat sertifikasi,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *