Pengprov Hapkido NTB Dilantik

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mataram- Komandan Lanud (Danlanud) ZAM, Kolonel Nav Budi Handoyo, M.Tr(Han) mengatakan siap mencetak atlet NTB berprestasi. Bahkan dirinya bertekad mendorong atlet-atlet hapkido NTB menjuarai kejuaraan level dunia.

Pernyataan itu dilontarkan Danlanud ZAM usai dilantik secara resmi sebagai Ketua Hapkido NTB oleh Founder Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PPHI), Vincentius Yoyok Suryadi, di Hotel Lombok Plaza Mataram, Sabtu (29/6) lalu. Pelantikan kepengurusan Hapkido NTB disaksikan langsung oleh Wakil Ketua KONI NTB, Haryoto AZ dan beberapa pengurus cabor yang tersebar di NTB, seperti pengurus cabor Muay thai, taekwondo, karate juga hadir dalam acara pelantikan.

“Kita harus punya kepercayaan diri untuk mengembangkan olahraga beladiri Hapkido di NTB. Secara bertahap kita akan mengembangkan pembinaan atlet olahraga beladiri ini untuk meraih prestasi hingga level dunia”ucap Ketua Hapkido NTB, Kolonel Nav Budi Handoyo, M.Tr(Han) diwawancara Suara NTB.

Danlanud ZAM mengatakan, target NTB membawa atlet hapkido NTB berprestasi dunia tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Namun harus melalui proses yang sangat panjang dan memerlukan kerjasama yang baik semua pihak, baik pengurus cabor maupun pihak-pihak yang berkaitan langsung dalam proses pembinaan atlet berprestasi.

Terkait soal target mencetak atlet berprestasi dunia, Hapkido NTB saat ini sudah melahirkan beberapa atlet yang berprestasi nasional. Diakuinya terdapat kurang lebih dua atlet NTB yang sudah mengukir prestasi di kejuaraan nasional di Jakarta, 14-15 September yakni meraih dua emas, satu perak dan satu perunggu.

Keberhasilan atlet NTB di event nasional diharapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan, sebab dalam waktu dekat ini atlet NTB tengah menghadapi Kejurnas Hapkido di Semarang, 18-19 Oktober di Semarang.

Menghadapi beberapa event nasional tahun ini, Hapkido NTB akan memmulai mengembangkan pembinaan atlet hapkido dari internal anggota Lanud ZAM lebih dulu. Pasalnya Lanud ZAM memiliki Dojo sendiri yang tentunya memiliki peralatan latihan yang standar untuk mengembangkan kegiatan latihan olahraga Hapkido.

“Kita akan kembangkan pembinaan olahraga hapkido NTB mulai dari generasi sendiri. Kebetulan lanud punya Dojo sendiri. Kita juga sudah punya atlet yang sabuk hitam”jelasnya.

Lanjutnya, Dojo Hapkido di NTB saat ini ada tiga Dojo, yakni dua di Mataram satu di Kota Bima. Pihak Hapkido NTB sudah memiliki ratusan atlet yang tersebar di tiga Dojo, yakni mulai dari pelajar remaja, yunior dan senior.

Tak hanya mengembangkan prestasi atlet, namun melalui olahraga beladiri hapkido diharapkan dapat membentuk karakter generasi milinial agar tidak saja gemar menggunakan gadget, namun harus memiliki kepribadian berkarakter bangsa, yakni memiliki disiplin dan tanggung yang baik dalam melaksanakan tugas.(And)

Cabor Hapkido Dipertandingkan Eksebisi di PON/2020

Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PPHI) mengatakan cabang olahraga beladiri Hapkido telah resmi menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bulan April lalu. Olahraga asal Korea ini akan dipertandingkan secara eksebisi di Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua tahun 2020.

Demikian dikatakan Founder PPHI, Vincentius Yoyok Suryadi ketika diwawancara di Hotel Lombok Plaza Mataram, Sabtu (29/6) lalu. Kehadiran Yoyok di Mataram untuk melantik ketua Hapkido NTB.

Dikatakan Yoyok, olahraga beladiri hapkido sudah resmi menjadi anggota KONI sejak bulan April lalu. Terkait dengan beragbungnya hapkido sebagai anggota KONI, ia bertekad akan mempertandingkan secara eksebisi olahraga beladiri asal Korea itu di multi event nasional.

Lewat pertandingan eksebisi itu pihak PPHI diharapkan dapat mempopulerkan olahraga hapkido kepada seluruh provinsi di Indonesia yang akan menjadi peserta PON XX di Papua tahun 2020.

Diakuinya, kepengurusan cabang olahraga beladiri hapkido sudah terbentuk di 28 provinsi di Indonesia. Itu artinya masih ada sekitar enam provinsi lagi yang diharapkan dapat memiliki kepengurusan hapkido. “Sekarang ini pengurus hapkido sudah dibentuk di 28 provinsi, dan kami akan terus mengembangkan olahraga ini disemua provinsi”jelasnya.

Hapkido sendiri sudah empat tahun berdiri di Indonesia, dan sudah beberapa kejurnas yang dipertahankan di Indonesia. Dan Indonesia sudah melahirkan beberapa atlet juara dunia dan puluhan atlet juara nasional. Termasuk ada dua atlet asal NTB yang meraih medali emas di kejurnas tahun 2018.

Rencananya pihak PPHI akan kembali menggelar kejurnas hapkido di Semarang,18-19 Oktober. Event itu akan dijadikan ajang seleksi atlet nasional yang dipersiapkan mewakili Indonesia di Kejuaraan Asia di Hongkong, 28-29 Desember 2019.

Lanjutnya, olahraga Hapkido saat ini tengah menjadi trand dikalangan olahraga profesional, karena olahraga ini dipelajari oleh olahraga beladiri profesional yang bertanding di AFC. Tujuan mempelajari ini membentuk karakter bangsa. “Hapkido Indonesiasudah bergabung Dnegan KONI bulan April lalu”ujarnya.(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *