JMM dan Generasi Milenial NU Ajak Masyarakat Bersatu Pascapilpres

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Viken Madrid dan Samsul Hasan Basri

Mataram- Pemilihan Umum 2019 kemarin begitu menyita banyak tenaga dan pikiran. Dalam masa kampanye kita melihat berbagai pertengkaran dan perkelahian baik di dunia maya maupun dunia nyata. Bahkan dalam taraf tertentu  berbagai jenis keributan yang sehari-hari kita saksikan terasa memuakkan dan membuat kita malas membicarakan politik.

Padahal kata Direktur Jaringan Masyarakat Madani (JMM) Samsul Hasan Basri, permasalahan- permasalahan di negeri ini masih berjubel dan menumpuk selain urusan politik. Pilpres dan pileg 2019 telah usai dengan segala plus dan minusnya, dan sekarang KPU sebagai penyelenggara pemilu telah menyelesaikan penghitungan suara dan berbagai lembaga survei telah mengeluarkan hasil hitung cepat (quick count) mereka.

“Sebagian memenuhi harapan kontestan, sedangkan sebagian yang lain mengecewakan,” ujarnya.

Selain itu, Undang-Undang Pemilu telah menyediakan mekanisme penyelesaian sengketa bagi yang tidak puas dengan hasil pilpres dan pileg. Indonesia adalah negara hukum. Oleh karena itu, hukum harus menjadi acuan bila terjadi sengketa.

Sementara itu, Ketua Generasi Milenial NU, Viken Madrid, menjelaskan dalam konteks pileg dan pilpres, hukum yang berlaku sudah menyediakan format penyelesaian sengketa secara berjenjang. Mulai dari pengadilan tingkat pertama, banding sampai dengan kasasi ke Mahkamah Agung.

Sedang untuk penyimpangan atau kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis dan masif, tersedia jalur penyelesaian melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Sedangkan penyimpangan yang menyangkut personel penyelenggara pemilu dapat diajukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Namun berbagai fenomena politik yang kian memanas sejak sebelum hingga kini pascapilpres telah menguras banyak energi. Polemik dan konflik, perseteruan dan pertikaian masa kampanye, kebersamaan dalam keberagaman harus diraih sebagai sebuah harapan masa depan bangsa.

“Berangkat dari pemikiran diatas maka sudah seharusnya semua elemen anak bangsa bersatu setelah sekian lama terbelah dalam kubu per kubu,” jelasnya.

Kegiatan dalam upaya merekatkan kembali Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Pasca Pemilu 2019, akan dirangkai dengan Deklarasi bersama untuk berkomitmen menjaga Kamtibmas dan Kondusifitas Daerah di Kota Mataram.

Kegiatan akan dikemas dalam bentuk diskusi publik pada Senin, 24 Juni 2019. Menghadirkan akademisi UIN Mataram Prof. Dr. Masnun Tahir. Kapolres Mataram, Dandim Kota Mataram, Kesbangpoldagri Kota Mataram, dan Ketua DPRD Kota Mataram.

Pihaknya pun mendukung siapapun pemenang Pilpres hasil putusan MK nanti. Selanjutnya Indonesia akan memiliki pemimpin baru. Di pundak presiden dan wakil presiden yang baru, nasib Indonesia lima tahun ke depan disandarkan.

“Mereka harus bisa membawa negeri ini menjadi lebih baik lagi. Dan dukung siapapun yang terpilih,” cetusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *