Unram Proses Surat Pengembalian Sekda ke Menteri

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Prof. H. Lalu Husni

Mataram- Gubernur Nusa Tenggara Barat H Muhammad Dr. Zulkieflimansyah telah melayangkan surat pengembalian posisi Sekretaris Daerah Provinsi NTB yang kini dijabat H. Rosiady Sayuti ke pihak Universitas Mataram. Hal itu seiring dengan rencana pergantian Rosiady sebagai Sekda.

Menanggapi surat Gubernur tersebut, pihak Universitas Mataram pun telah memproses surat pengembalian tersebut ke Menteri Ristek Dikti. Surat dikirim sejak beberapa hari lalu. Harapannya Menteri dapat segera merespon tersebut.

“Suratnya sudah, dikembalikan pak Gubernur. Kami sudah proses surat tersebut ke Kemenristek Dikti mengembalikan ke fungsional,” ujar Rektor Unram, Prof. H. Lalu Husni, Selasa pagi.

Seperti apa jawaban atas surat yang telah dikirim nantinya, Prof. Husni belum mengetahui pasti karena merupakan kewenangan pusat. Termasuk berapa hari surat itu akan mendapatkan respon.
“Kita lihat karena ini dari pusat nanti. Izinnya dari menteri,” ujarnya.

Sebagai salah satu dosen Unram, Rosiady sebenarnya masih bisa menjabat sebagai Sekda. Mengingat saat ini masih berusia 58 tahun.

“Sebenarnya masih bisa, tapi kan urusan pak gub, dikembalikan ya kita proses. Sedangkan seperti apa akhirnya tunggu menteri,” sambung Prof. Husni.

Sementara itu, Rosiady sebut Prof. Husni telah melapor ke Unram sebagai institusi asal Rosiady perihal rencana pergantian darinya dari jabatan Sekda.

“Pak ros sudah melapor kesini, karena memang asal muasalnya jadi dosen,” imbuhnya.

Ditanya apakah ada jabatan khusus yang telah sisiapkan Unram terhadap Rosiady, Prof. Husni menyebut jika nantinya Rosiady akan menjadi dosen.

“Dosen saja karena dari dosen. Tunggu menteri karena yang memberikan tugas menteri, lalu kita bersurat. Berapa lama surat dibalas tunggu menteri,” cetusnya.

Lebih jauh dikatakan, jika kedepan pemprov NTB “meminjam” akademisi Unram untuk membantu tugas-tugas Gubernur, pihaknya tak mempersoalkannya jika memang sangat dibutuhkan. Tentunya sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Kalau pak gubernur minta lagi ya kita lihat dulu mereka jadi apa sesuai nggak dengan bidangnya. Kalau sesuai tidak jadi masalah SDM kita dipergunakan,” tutup Prof. Husni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *