Fiqih Siyam Jadi Materi Wajib Siswa SMPN 8 Mataram

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mataram- Mengerjakan amal tanpa ilmu tentu tidak afdal. Padahal terdapat perbedaan antara seseorang yang mengerjakan amal dengan ilmu dan mengerjakannya tanpa ilmu. Dilihat dari sisi kemuliaannya, beramal disertai berilmu jauh lebih mulia.

Untuk itu, selama bulan Ramadan siswa-siswi SMPN 8 Mataram mendapatkan materi wajib fiqh siyam atau fiqih khusus puasa. Materi ini didapat siswa agar mereka menjalani puasa Ramadan disertai ilmu. Demikian disampaikan Kepala SMPN 8 Mataram Ishaka, MM.

“Informasi ini agar anak lebih paham tentang puasa,” timpalnya menambahkan.

Lebih jauh dikatakan Ishaka bahwa selama Ramadan ini, pihaknya memusatkan seluruh kegiatan keagamaan di musolla. Kapasitas musolla di tempat tidak kurang mampu menampung siswa sebanyak 80 orang.

Dengan jumlah siswa yang sangat banyak, otomatis kegiatan keagamaan dilakukan secara bergantian. Misalnya pada saat pelaksanaan solat duha dan solat zuhur berjamaah. Para siswa harus solat bergiliran. Menunggu mereka yang solat lebih awal. 

“Jam 8 mulai kegiatan keagamaan solat duha berjamaah, gilir dua kali karena siswa tidak muat. Begitu juga solat zohor dilakukan secara bergiliran. Muat untuk 80 orang normal,” ungkapnya.

Sementara selesai solat duha, kegiatan lanjutan diisi dengan ceramah. Pengisi ceramah dilakukan bergantian antara guru dan siswa. Materinya tentang penguatan tentang bulan Ramadan. Agar mereka tahu bagaimna cara berpuasa yang baik, meski sudah tahu perlu diperkuat lagi.

Dengan jumlah siswa mencapai ratusan orang, saat kegiatan keagamaan seperti ini pihaknya mengeluhkan tempat wudu yang terbatas. Sehingga terpaksa harus antri panjang, belum lagi volume air yang keluar di saat-saat tertentu tidak stabil.

“Airnya kecil jadi kewalahan, pas wudu antriannya panjang. Ada tadarus alquran didampingi guru jam pertama. Target tadarusan diserahkan ke siswa masing masing yang penting mengaji. Pemangkasan jam belajar dari masuk jam 08-00 pulang jam 13.45,” urainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *