Profesor dari Australia Kunjungi Desa Tanak Beak

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Lombok Tengah- Prof. Noel Scott dari Australia di dampingi Mely tenaga ahli Geopark Rinjani Bappeda NTB datang mengunjungi Tanak Beak Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah, Rabu (1/5).

Sebuah desa yang terletak di bagian utara kabupaten lombok tengah. Dengan berbagai kultur budaya aktivitas masyarakat desa. Jarang-jarang diketahui oleh orang lain bahkan didatangi oleh wisatawan mancanegara. Dibalik itu semua terdapat potensi yang bisa dikembangkan untuk pariwisata desa berbasis alam.

Terbukti, Noel berkeliling beberapa spot area yang menarik untuk dikembangkan bersama pengurus Pokdarwis Geowisata Samalas melihat beberapa spot wisata desa seperti area pertanian, resto sawah, samalas rafting dan river tubing resort, kolam pancingan, bahkan secara kebetulan ketika melintas diarea persawahan. Noel melihat banyak Ibu-ibu sedang menanam pasi, ia merasa tertarik melihat proses penanaman dan langsung turun ke sawah mencoba dan merasakan bagaimana proses secara tradisional itu. Terlihat ibu-ibu senang didatangi turis bisa tertawa di persawahan sehingga menjadi kesan yang menyenangkan.

“It’s the first time, it’s attractive.” Banyak kata yang di lontarkan Noel ketika naik dari sawah menyatakan kegiatan ini bisa menjadi sebuah paket wisata kedepannya dengan turis seperti dia yang baru pertama kali ikut terjun kesawah.

Potensi selanjutnya yang dia lihat adalah tentang kedistrikan kolonial Belanda yang berada di Dusun Tanak Bengan, dengan pondasi perumahan, ruang pertemuan, barak dan gudang senjata yang diperkirakan ditempat itu, karena pondasi bangunan itu masih ada dilokasi itu. Cerita kolonial belanda bisa menjadi menarik untuk di ceritakan kepada wisatawan.

Hal yang paling menarik menurut Noel adalah ketika mengunjungi situs singkapan Jejak letusan ginung samalas (Old Rinjani) masih di dusun Tanak bengan, bahkan ini menjadi nama untuk Pokdarwis Geowisata Samalas di Desa Tanak Beak.

Menurutnya letusan gunung samalas yang telah mengguncang Dunia dengan begitu dahsyat sehingga iklim dunia berubah bahkan satu tahun setelah 1257 itu ribuan warga eropa mati karena panen gagal total dan musim dingin yang panjang karena abu vulkanik menutupi atmosfer bumi eropa khususnya Inggris.

Kunjungan terakhir di lokasi wisata alam buah naga yang ada dusun dasan agung kebun indah (DKI) sambil menikmati buah naga dan makan siang bersama ala masakan masyarakat desa yang cukup mengesankan baginya.(san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *