Siswa Smansa Mataram Diarahkan Miliki Kemampuan Bisnis

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mataram- Ujian praktik beberapa mata pelajaran untuk siswa kelas XII sekolah-sekolah di Kota Mataram sudah mulai dilaksanakan secara bergiliran sesuai jadwal yang sudah dibuat sejak beberapa hari lalu.

Untuk Jum’at pagi, giliran SMAN 1 Mataram mendapat jadwal praktik mata pelajaran¬†prakarya dan kewirausahaan. Untuk ujian praktek mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan kali ini, para siswa diminta secara berkelompok mengadakan bazar makanan sehat.

Syafrin Ibrahim, SE., guru mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan SMAN 1 Mataram, mengatakan bahwa setiap kelompok terdiri dari 8 orang. Mereka membuat dan menjual aneka makanan yang bervariasi, sehat dan tidak mengandung 5P (Pengawet, Pemanis, Pewarna, Pengejal dan Penyedap.

“Modalnya ada yang urunan 300-400 ribu,” ujarnya.

Mereka dipersilahkan menawarkan makanan dengan baik untuk menarik para pembeli selama bazar berlangsung di sekolah. Adapun makanan dan minuman yang dijual diantaranya sangat beragam sesuai dengan tema yang telah ditentukan pihaknya.

“Temanya ditentukan ada yang masak khas daerah, jawa, lombok, sumbawa bima, sasak berbeda beda. Ada juga minuman, rujak,” ungkapnya.

Secara umum tujuan diadakannya praktikum prakarya kewirausahaan ialah mereka paling tidak paham cara berbisnis setelah mereka lulus. Meski tidak mempunyai dasar kewirausahaan apalagi merupakan sekolah SMA, namun diyakini hal tersebut mampu jadi pemantik. Dikatakan bahwa pihaknya sudah dua kali melaksanakan bazar seperti ini. Untuk angkatan pertama tahun lalu bahkan sudah ada yang mandiri mengembangkan usahanya.

“Memang tidak ada basic, biasanya SMK yang praktik kewirausahaan. Tapi ada mereka coba di udayana hari minggu pagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Athaya Sukma, salah satu siswa yang ikut bazar menjelaskan praktik kewirausahaan seperti ini sangat bermanfaat melatih dirinya untuk berbisnis.

Athaya yang mendapatkan tema usaha kuliner, sejak Jum’at pagi menjual banyak kuliner seperti sosis bakar, ocean blue, dan cireng. Bermodalkan 315 ribu hasil urunan, jualan Athaya dan kelompok sudah ludes terjual sejak 08.30.

“Ini sudah habis tadi jam 08.30,” ujarnya semangat.

Sedang ditanya rencana kedepan, dia dan kelompoknya belum mengetahui apakah akan meneruskan usahanya ini atau tidak.

“kalau buka usaha di luar belum tapi untuk kedepannya akan kita coba. Bermanfaat karena kita dikasih ilmunya untuk berdagang berusaha,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *