Siswa Diliburkan, Korban Gempa Desa Batuyang Minim Bantuan

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Salah seorang warga terdampak gempa Desa Batuyang sedang ditangani tim medis relawan PMI

LOMBOK TIMUR, POJOKNTB.COM- Gubernur NTB menginstruksikan agar sekolah-sekolah meliburkan para muridnya. Hal itu dikemukakan Gubernur NTB pasca melihat bangunan yang diakibatkan karena gempa Minggu malam.

Situasi tersebut dimanfaatkan masyarakat Desa Batuyang dan Desa Pohgading, untuk menjadikan lapangan sekolah sebagai lokasi pengungsian. Dua desa tersebut merupakan desa dengan tingkat keparahan cukup tinggi yang ada di Kecamatan Pringgabaya, Lotim.

Jumadi, salah seorang warga setempat mengungkapkan saat ini siswa diliburkan. Belum ada kepastian kapan siswa masuk dan melanjutkan aktivitas belajar mengajar. Apalagi mengingat gedung sekolah di dua tempat itu mengalami kerusakan.

Di SDN 1 Batuyang misalnya, dari pantauan Selasa pagi, lima ruang kelas diberikan tanda merah yang berarti gedung sekolah dinyatakan rusak berat. Sehingga siswa diliburkan total. Begitu juga di SDN 2 Pohgading, satu ruang kelas rusak parah. Bangunan gedung roboh. Atas situasi tersebut, pihaknya tidak mengetahui pasti kapan siswa masuk sekolah.

“Siswa libur total,” ungkapnya.

Selain itu, anak-anak usia sekolah di dua desa itu juga mengalami trauma berat. Belum ada relawan untuk menghilangkan trauma pada anak-anak di dua tempat pengungsian ini. Relawan yang datang ke tempat ini hanya relawan kesehatan dari PMI.

Padahal upaya trauma healing sangat dibutuhkan untuk hilangkan trauma berat pada siswa. Besar harapan agar relawan tidak saja bergerak ke KLU sebagai pusat gempa, namun juga menyasar tempat lain seperti Desa Batuyang dan Pohgading.

Belum Terima Bantuan

Sementara jumlah pengungsi yang ada di lapangan sekolah SDN 1 Batuyang berjumlah 80 orang. Sejak malam sesudah gempa Minggu malam, belum ada bantuan datang. Padahal sebagian besar rumah masyarakat di Dusun Batuyang Daya, Desa Batuyang rusak parah.

“Kita belum ada bantuan sama sekali,” kata Sriati, salah seorang warga setempat.

Dia mengungkapkan, bantuan hanya terdistribusi ke posko utama yang terdapat di Masjid Baiturahim, Desa Batuyang. Sementara posko di luar posko belum tersentuh bantuan sama sekali, termasuk posko pengungsi di SDN 2 Batuyang dan SDN 2 Pohgading.

“Sudah tidak menampung di posko masjid. Disana ribuan orang makanya kita buat posko disini,” akunya.

Pihaknya berharap agar distribusi bantuan dilakukan secara merata, tidak terpusat di posko utama melainkan juga terdistribusi ke seluruh posko.

“Makanan hanya ada kalau dibawa sama keluarga dari luar,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *