Dikeluhkan Warga, Sejumlah Kafe Liar Terjaring Operasi

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LOMBOK BARAT, POJOKNTB.COM- Bau khas minuman keras menyeruak menusuk hidung saat Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid beserta rombongan datang ke warung tengah kebun yang oleh warga biasa disebut dengan Kafe Dewa Gunung.

Warung “tuak” (minuman tradisional hasil fermentasi air nira) itu adalah tempat ketiga yang disidak malam itu karena kerap dikeluhkan oleh warga. Di samping menyediakan minuman keras tradisional, warung-warung tersebut juga menyediakan fasilitas hiburan berupa musik karaoke. Bahkan di warung yang lainnya, juga ditemukan seorang perempuan muda usia yang berprofesi sebagai partner song.

Di Desa Mambalan sendiri, menurut Sekretaris Camat Gunung Sari Mudassir, setidaknya terdapat 11 warung yang menjual minuman keras tersebut.

“Ada empat warung besar yang kita sidak,” ujar Mudassir.

Maraknya warung (kafe, red) liar dan beredarnya “tuak” secara illegal telah menimbulkan keresahan di tengah warga dan kerap menimbulkan persoalan. Suara bising dari fasilitas karaoke sudah dianggap mengganggu karena sering dihidupkan sampai tengah malam. Belum lagi trend kriminalitas yang cenderung meningkat akibat pengaruh alkohol.

“Itu juga melanggar Perda (Peraturan Daerah, red) Nomor 1 Tahun 2015. Kita sudah pernah melakukan penertiban, bahkan penyegelan, namun mereka buka dan beroperasi kembali,” tutur Kepala Sat Pol PP Lobar Mahnan, S.STP. yang mendampingi Bupati melakukan operasi malam itu (Sabtu, 4/08) di Dusun Lilir Desa Mambalan Kecamatan Gunung Sari.

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid sendiri sempat tersulut emosinya setelah tahu banyak barang bukti ditemukan serta nekadnya pemilik warung beroperasi kembali pasca ditertibkan beberapa waktu yang lalu.

“Ini harus ditertibkan. Jangan sampai meresahkan masyarakat,” ujar Fauzan.

Sidak tersebut sempat membuat warga setempat bersitegang dengan Bupati dan Kapolres Kota Mataram, AKBP H. mohammad, S.IK

“Silahkan tertibkan semua penyakit masyarakat, tapi tertibkan juga arena gocekan (judi sabung ayam, red) di Gunung Sari. Berikan juga solusi,” ujar Kepala Dusun Lilir I Gde Dirga dengan sengit.

Di tempat terpisah, Fauzan kembali berhadapan dengan warga sekitar yang keberatan usahanya dioperasi.

“Masyarakat minta diberikan solusi,” ujar seorang Tokoh Masyarakat, Nyoman Arsa.

Nyoman menuturkan bahwa kondisi masyarakat di sekitarnya tidak memiliki pekerjaan yang bisa memberi hasil yang lebih seperti profesi mereka saat ini.

“Mereka bisa memperoleh kurang lebih 500 ribu/ hari,” papar mantan anggota DPRD Lobar periode lalu itu.

Menurut Arsa, banyaknya pohon enau dan mudahnya masyarakat memproduksi tuak, serta minimnya pekerjaan membuat masyarakat lebih memilih memproduksi tuak dan menjualnya.

“Dari pada menjadi tukang, hanya bisa dapat 50 ribu per hari tidak cukup untuk membiayai anak sekolah,” teriak salah seorang warga lainnya.

Operasi ini sesungguhnya adalah bagian dari upaya Pemkab Lobar untuk mensosialisasikan produksi turunan air nira, dari tuak menjadi gula merah sampai ke gula semut. Setelah sukses di Desa Langko di Kecamatan Lingsar dan Desa Kekait, Fauzan berharap hal tersebut juga bisa diikuti oleh desa tetangganya, Desa Mambalan yang terkena operasi malam itu.

“Sudah ada permintaan dari pengusaha untuk bisa dikirimkan dalam jumlah yang besar. Besok kita mau lepas resmi ekspor dua kontainer gula semut,” tutur Fauzan di tempat terpisah tanpa merinci negara tujuan ekspornya.

Fauzan melakukan operasi bersama Kapolresta Mataram dengan didampingi oleh Kepala Sat Pol PP Mahnan, S.STP, Kepala Bakesbangpol H. Fadjar Taufik, Camat Gunung Sari Haji Rusni dengan menyertakan belasan anggota Sat Pol PP Lobar dan anggota Polsek Gunung Sari.

Saat operasi tersebut, anggota Sat Pol PP Lobar menyita 79 botol minuman beserta seperangkat alat musik dan menggelandang seorang perempuan yang diindikasikan di bawah umur untuk diperiksa lebih lanjut.

Melihat kemungkinan beroperasinya warung-warung tersebut, Kasat Pol PP berkomitmen untuk melakukan operasi rutin.

“Kita akan rutin operasi. Wilayah lain yang juga menyediakan hal seperti ini pun akan kita operasi,” janji Mahnan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *