Forum Wali 24 Juli Unram Sepakat Tempuh Jalur Hukum

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Forum wali 24 Juli Unran saat menggelar konferensi per, Senin malam

MATARAM, POJOKNTB.COM– Kekecewaan orang tua calon mahasiswa baru Unram berlanjut. Di bawah Forum Wali 24 Juli Unram, mereka sepakat menempuh jalur hukum karena merasa kecewa atas hasil tes jalur mandiri yang dinilai penuh dengan permainan.

“Bersepakat bahwa setelah aksi beberapa hari ini, Unram dengan dalih persoalan IT dan sebagainya, sampai siang tidak mau menerima kami secara resmi dan bersikukuh dengan opsi yang pertama yaitu mempersilahkan kepada wali mahasiswa yang tidak menerima keputusan itu menempuh jalur hukum,” kata Koordinator forum, Taufik, Selasa malam.

Untuk itu, pihaknya bersepakat untuk menempuh jalur hukum baik pidana dan perdata atas hasil tes mandiri yang diakuinya telah banyak merugikan calon mahasiswa baru. Dia pun berjanji, dalam waktu sehari atau dua hari ini, laporan kepada aparat penegak hukum segera dilayangkan.

” Sehari dua hari ini kami akan tunjuk kuasa hukum untuk melakukan perlawanan hukum atas persoalan ini. Sekarang dalam tahap pengumpulan dokumen, dalam waktu dekat,” kata Taufik.

Pihaknya tidak akan gentar menghadapi Unram. Apalagi setelah sepakat menempuh jalur hukum, banyak respon datang dari teman-teman pengacara termasuk beberapa pengacara alumni Unram juga siap membantu.

“Kami wali mahasiswa tidak akan gentar dan tidak takut. Kami tidak mundur selangkahpun dalam melakukan perlawanan ini,” sambungnya.

Sementara terkait dengan solusi jalan tengah yang ditawarkan pihak Unram yakni opsi penambahan kursi khusus bagi sebagian program studi, pihaknya menilai tawaran tersebut tidak rasional. Karena yang tidak lulus setelah pengumuman kedua sebanyak 21 orang dari fakultas kedokteran. Sementara opsi yang ditawarkan hanya 5 kuota.

“Tentu kalau kami mengambil opsi yang ditawarkan Unram maka itu menjadi naif bagi kami. Setelah kami menunggu, kami berkesimpulan Unram tidak punya itikad baik dalam menyelesaikan persoalan”.

Senada anggota forum lainnya, Robiono yang merupakan pensiunan PNS mengaku sangat kecewa. Dia salah satu yang sedih karena anaknya dianulir dari Fakultas Kedokteran ke Teknik Informatika.

“Unram ini sudah maju dan kita banggakan di Mataram, universitas besar dan berkembang. Tapi kita sedih dengan hasil ini. Maaf yang diajukan Unram tidak bisa menutup kesedihan yang dirasakan anak-anak kami,” cecarnya seraya menceritakan kronologis kasus yang menimpa anaknya tersebut.

“Saya membuka website jam 17.07 wita. Kami nangis karena kita lulus, kayak apa rasanya. Tiba tiba tanggal 25 timbul disitu bahwa sudah berubah namanya pengumuman. Ini kan rasanya seperti apa. Coba rasain dah, teman teman yang lain sudah memberikan selamat. Yang hancur ini anak-anak ini, tidak mau keluar kamar”.

Abadu Wahid, menilai Unram sebagai kampus besar tidak profesional. Menyadari ada kesalahan lalu menyikapi besok hari, baginya adalah terlalu lama dan tidak profesional sehingga patut dicurigai.

“Karena harusnya begitu menyadari ada kesalahan, harus distop melalui laman website. Sehingga jelas itu menzalimi”.

Wakil Rektor III Unram, Dr. Muhammad Natsir, lebih dulu mempersilahkan kepada orang tua wali mahasiswa yang tidak puas dengan keputusan yang telah diambil Unram agar menempuh jalan hukum.

Sebelumnya, Ketua Tim Hukum Unram, Dr. Kaharudin, siap meladeni jika ada tuntutan hukum. Lebih jauh Kaharudin mengungkapkan, jika data yang benar adalah data yang dihasilkan melalui rapat Pleno yang dilakukan oleh semua pimpinan akademik Unram meliputi dekan dan Kaprodi pada Senin malam tanggal 23 Juli.

“Itu yang benar karena sudah melalui proses panjang. Data yang benar inilah yang diprint out di teken semua dekan dan rektor. Data inilah yang sah secara hukum. Apa yang di upload ini human eror, tidak bisa jadi persolan hukum. Hasil plenonya lah yang sah,” ungkap Kaharudin.

Kecuali kata Kaharudin, jika kesalahan iti dibiarkan berlama-lama mungkin ada seauatu. “Tapi ini kan ketika mengetahui ada sesuatu langsung kita klarifikasi,” jelasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *