Ponpes Mamba’ul Bayan Tak Penuhi Kuota

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Santriwati Ponpes Mambaul Bayan

LOMBOK UTARA, POJOKNTB.COM– Akibat tidak konsistennya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam menjalankan aturan PPDB, membuat sekolah swasta tak kebagian murid.

Dikbud NTB dengan kebijakan menambah rombongan belajar di SMA Negeri, berdampak terhadap jumlah pendaftar siswa baru di SMA/SMK swasta semakin sepi. Salah satunya di Ponpes Mamba’ul Bayan.

Pengasuh Ponpes Mambaul Bayan Lalu Muhammad Suriadi, Ponpes ini mengalami penurunan jumlah siswa cukup drastis. Kondisi ini diduga akibat pengaruh langsung kebijakan penambahan rombel di sekolah negeri jenjang SMA.

Hingga kini, jumlah santri yang berhasil diterima hanya 28 orang. Jumlah itu jauh dari target yang diinginkan pihak Ponpes. Berbagai cara dan promosi dilakukan guna menggaet peminat daftar di Ponpes.

Namun pendaftar hanya sedikit. Belum lagi akibat kebijakan yang tak selalu menguntungkan sekolah swasta. Bisa jadi ini adalah bagian dari dampak tersebut. Padahal jika dilihat sisi prestasi, Ponpes ini sangat berprestasi terutama dalam bidang tahfizul quran.

Selain itu, dari aspek manajamen pembelajaran ponpes juga sangat baik. Salah satu resep yang diterapkan Ponpes ini ialah mewajibkan para santri mengaji satu hari satu juz. Cara ini diklaim ampuh karena tidak saja mampu mendekatkan santri dengan Alquran, juga mampu membuat hafalan santri tetap terjaga.

“Keunggulan yang dimiliki Ponpesnya ialah terletak pada komitmem pada pengembangan Quran pada diri santri,” kata Suiadi.

Dengan manajamen pembelajaran seperti itu, setiap santri wajib menyelesaikan bacaan Alquran satu juz setiap hari. Sementara metode pelaporan saat selesai membaca Alquran dilalukan secara manual melalui bimbingan salah seorang guru yang khusus ditunjuk mengontrol dan menunggu laporan para santri.

Tidak ada istilah santri tidak dapat menyelesaikan bacaan Alquran sehari satu juz. Semuanya dapat menyelesaikan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Jika belum, maka pembina melakukan bimbingan terhadap santri sampai dapat menyelesaikan satu juz.

Manajamen pembelajaran yang ditawarkan seperti itu sebutnya belum juga mampu menarik minat siswa baru. Dia berharap kedepan pemerintah lebih memperhatikan nasib sekolah swasta. Paling tidak dari sisi kebijakan tidak melukai sekolah swasta. (dys)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *