Di Hadapan Para Pelajar, Suhaimi Ismy Ingatkan Empat Pilar

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
H. Lalu Suhaimi Ismy saat silaturahim dengan para pelajar SMA Darul Muhajirin Praya, Loteng

LOMBOK TENGAH, POJOKNTB– Anggota DPD RI Dapil NTB H. Lalu Suhaimi Ismy menggelar silaturrahmi dengan para pelajar SMA Darul Muhajirin Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Silaturahim yang berlangsung Kamis (19/7) durangkai sosialisasi tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Suhaimi pada kesempatan itu mengingatkan kepada para pelajar pentingnya rasa nasionalisme. Nasionalisme kata Suhaimi, haruslah terus dipupuk dan dirawat selalu.

Salah satu caranya dengan mengajak dan memberikan contoh terhadap anak-anak kita untuk berbuat baik bagi sesama, belajar dengan giat dan bekerja keras dalam mengasah potensi yang mereka miliki.

Selain itu, Pancasila sebagai “ground norm” negara ini haruslah terpatri dalam setiap tindak tanduk kita. Hal sederhana yang kita lakukan pun harus mencerminkannya. Misal jika memenangkan pertandingan langsung sujud syukur, ini sudah mencerminkan kita berketuhanan atau sila pertama dengan baik.

“Selalu kami ingatkan dimana saja, untuk tetap berhati-hati terhadap bahaya laten komunisme atau PKI. Apalagi, akan pemilihan umum tahun depan. Pilihlah yang jelas, jelas mencintai Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika. Sehingga pilihan kita benar-benar bisa menjadi lidah rakyat untuk kemajuan Bangsa Indonesia,” terang Suhaimi yang kini memastikan diri maju kembali menjadi calon anggota DPD RI Dapil NTB pada 2019 mendatang.

Di samping itu, dia juga menyinggung hasil Pilakda NTB yang sudah mencapai garis finish. Yaitu dengan sukses dan menghasilkan gubernur dan wakil gubernur terpilih.

“Maka kedamaian yang terjaga pada saat proses pilkada harus terus kita pertahankan dan tingkatkan,” kata dia menjelaskan.

Terhadap para pemenang, dia mengingatkan agar yang merangkul para pihak dalam turut serta membangun NTB. Kita terus pupuk rasa persatuan kita, rasa toleransi yang tinggi di NTB harus menjadi contoh di Indonesia.

“Perbedaan merupakan suatu hal yang wajar dalam pilihan, akan tetapi kita mempunyai tujuan yang sama, memajukan NTB, menyejahterakan Indonesia. Sehingga, prinsip-prinsip ini harus kita tularkan kepada segala aspek terutama untuk generasi penerus kita. Inilah ke Bhinneka an itu,” ungkapnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *