MPLS Gaya Baru, SMKN 2 Mataram Libatkan Orang Tua

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Suasana MPLS di SMKN 2 Mataram

MATARAM, POJOKNTB.COM– Berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2018/2019 di SMKN 2 Mataram mengalami banyak perubahan. Hal demikian mengacu pada Permendikbud No 16. Tahun 2018. Di samping itu adanya Surat Edaran Dirjen Pendidikan dasar menengah No 4226/D/TAU/2018 tentang PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah).

“Sejak tahun 2010 menyelenggarkan  Kegiatan MPLS yang sebelumnya dikenal dengan sebutan MOS peserta didik baru pada tiap tahun ajaran tetap mengacu pada regulasi yang ada,” kata Ketua Panitia MPLS SMKN 2 Mataram Sulman Haris.

Begitupun dengan aturan MPLS kali ini. Dalam aturan tersebut, implementasi MPLS, siswa baru dididik menjadi siswa cerdas. Tidak seperti model lama, MPLS memiliki konsep berbeda. Terutama pada pelibatan orang tua dalam prosesnya.

“Tidak ada yang aneh-aneh dan perintah bawa yang aneh-aneh,” ungkapnya.

Mengacu pada surat edaran Dirjen tersebut, kegiatan MPLS di sekolah terdapat perubahan sistem teknis. Dimana orang tua wali diharuskan mengikuti kegiatan. Pihak orang tua harus menyerahkan langsung putra putri mereka dengan akad menitipkan anaknya untuk belajar selama tiga tahun kepada kepala sekolah. Pada acara yg dilakukan dengan simbolis perwakilan masing-masing jurusan atau program studi keahlian diwakili satu peserta didik yang langsung didampingi orang tua mereka masing-masing.

“Alhamdulillah di SMKN 2 Mataram hari ini selain peserta didik sebanyak sekitar 460 orang dengan mengundang 460 orang tua wali ke sekolah untuk bersama sama ikut ambil bagian dalam posisi kontrol,” sambungnya.

Tidal seperti biasa, orang tua hanya hadir sebanyak dua atau tiga kali di sekolah, yaitu pertama pada saat PPDB, kedua saatbsiswa ada prestasi atau saat ambil ijazah. Namun sekarang dengan pola terbaru dijajarkan dengan tiga komponen besar pendidikan  sekolah dan orang tua dan masyarakat serta pemerintah. Semua harus mendapat porsi seimbang dalam memperhatikan pendidikan. Sehingga peran serta orang tua kedepannya bisa lebih optimal.

“Di sekolah peserta didik kurang lebih enam sampai delapan jam sisanya di rumah dan di masyarakat. Maka sehingga pola baru MPLS ini diharapkan semua pihak dapat mengambil peran dan fungsi masing masing,” jelasnya.

Selain itu mengingat sekolah sebagai wahana belajar peserta didik baru harus tetap bisa menyuguhkan yang terbaik terlebih saat masa transisi dari SMP ke SMA/SMK, dimana psikologis anak saat usia ini sangat rentan dengan ingin mencari jati diri mereka masing-masing.

Menurut Sulman, setelah peserta didik baru dinyatakan lulus dan mulai mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, mereka harus dimotivasi semangat belajar yang tinggi, ditumbuhkan kecintaan dan rasa senang terhadap sekolah baru yang akan menjadi tempat mereka belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *