HANI 2018, Samalas Institute Kembali Raih Penghargaan BNN

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MATARAM, POJOKNTB.COM– Samalas Institute terpilih sebagai lembaga yang meraih penghargaan dari BNN Provinsi NTB pada puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018 yang berlangsung, Kamis (12/7).

Penghargaan diberikan langsung Kepala BNNK Mataram Drs. Nur Rachmat. Bersamaan dengan itu, penghargaan serupa juga diberikan kepada Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana dan Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi.

“Alhamdulillah jadi motivasi bagi yang lain,” kata Direktur Samalas Institute, Darsono Yusin Sali, usai menerima penghargaan.

Pada peringatan HANI 2017 silam, Samalas Institute juga meraih penghargaan serupa. Samalas Institute dianggap sebagai lembaga paling aktif memerangi peredaran gelap narkotika di NTB.

Di samping itu, lembaga yang berdiri pada tahun 2015 silam ini juga mewakili NTB sebagai lembaga yang diusulkan untuk mendapat penghargaan di tingkat nasional oleh BNN Pusat tahun 2018. Termasuk sebagai kandidat peraih Astra Indonesian Satu, yang proses penilaiannya sedang berlangsung.

Kepala BNN Kota Mataram Drs. Nur Rachmat pada puncak perayaan HANI 2018 digelar Badan Anti Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram, Kamis (12/7) di lapangan Sangkareang Mataram, menegaskan pentingnya upaya bersama melawan peredaran gelap narkoba yang menyasar anak-anak muda Indonesia.

Dikatakannya, dibutuhkan sebuah gerakan menyadarkan manusia untuk bersama melawan penyalahgunaan narkoba. Tak cukup sampai disitu, juga dibutuhkan solidaritas melawan narkoba yang jadi ancaman berbangsa dan bernegara sebagai upaya melawan kejahatan narkoba.

“Kejahatan peredaran gelap merupakan kejahatan dunia karena bagian dari proxi war oleh karena itu harus dilawan secara komprehensif,” jelasnya.

Diakui, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang terbuka. Ini merupakan kelemahan yang membuat Indonesia jadi pangsa pasar dunia di samping permintaan yang besar dengan harga tinggi. Kejahatan narkoba tak saja melibatkan individu tapi juga terorganisir jaringan sindikat dengan cakupan luas yang bekerja secara rapi dan rahasia.

“Hasil surve nasional pada 2017 yang¬† dilakukan BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan UI bahwa tingkat prevalensi mrncapai 1,77 persen dari total jumlah penduduk atau sebesar 3.376.016 orang pada kelompok usia 10-19 tahun. Atau sedikitnya terdapat 12 ribu orang mati sia-sia tiap tahun,” ungkapnya.

Kondisi demikian diperparah oleh tantangan menanggulangi narkoba yang koan rumit karena tantangan narkoba di samping munculnya berbagai narkoba jenis baru, juga perkembangan narkoba di dunia maya juga cukup mengkhawatirkan.

Sementara Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, menilai data yang diungkap BNN sangat mencengangkan. Maka tak ada kata lain selain menyatakan perang terhadap barang haram ini.

“Kasus narkoba mengejutkan hal ini terlihat dari jumlah kasus yang kian meningkat,” kata Mohan.

Diungkapkan Mohan, peredaran gelap narkoba yang menyasar anak-anak muda kini dijadikan proxi war. Negara luar menyatakan perang terhadap narkoba. Hal tersebut wajar karena akan berdampak pada ketahanan nasional.

“Jika rakyat sehat maka negara akan kuat,” imbuhnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *