Mendes PDTT Hadiri Dialog Nasional 15 Indonesia Maju di Lombok

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Eko Putro Sanjoyo, Menteri Desa PDTT, dalam sebuah kunjungan ke Desa di NTB

MATARAM, POJOKNTB.COM– Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo didampingi Stafsus Menteri, Dirjen PPMD, Taufik Madjid dan rombongan tadi malam pukul 20.15 WITA tiba di Bandara Internasional, Praya, Lombok langsung disambut Kasubdit Perencanaan Pembangunan Partisipatif, Bito Wikanto, Kasi Pendampingan dan Kaderisasi Masyarakat Desa, Weldon Jones, Kadis PMD NTB, Satker P3MD Provinsi NTB, Aris Priyadi, Konsultan Nasional P3MD, Sukoyo dan Arwani.

Kehadiran Menteri Desa PDTT di Pulau Seribu Masjid ini dalam rangka menjadi Keynote Speaker pada acara Dialog Nasional 15 Indonesia Maju di Convention Hall Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, NTB pagi ini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Menteri Sosial juga akan hadir sebagai pembicara dalam dialog yang akan dibuka oleh Walikota Mataram dan dihadiri oleh Ketua Kopertis Wilayah VIII, LPP dan Mahasiswa.

Sebagaimana diketahui, Lombok, Nusa Tenggara Barat ini dikenal sebagai pulau “Seribu Masjid” yang telah lama menjadi destinasi wisata.

Provinsi ini juga memiliki objek wisata yang potensial untuk dikembangkan, baik alam dan lingkungan, budaya, religi, agrikuktur dan bahkan wisata Desa.

Dalam konteks inilah, Kemendes PDTT, melalui Dirjen PPMD, Taufik Madjid mengharapkan agar Desa-desa  yang mendapat Dana Desa  dapat digunakan untuk keperluan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, terutama empat bidang prioritas, termasuk wisata Desa  sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dana Desa yang telah diterimakan ke Desa-desa, khusus bidang wisata desa di Provinsi NTB sejak Tahun 2015 sampai 2018 telah mencapai angka yang cukup signifikan.

Tahun 2015, Dana Desa di 8 Kabupaten/Kota telah digunakan untuk pembangunan dan pengembangan desa wisata di 995 desa dengan anggaran biaya Rp. 301.575.525.748, Tahun 2016 mengalami peningkatan yakni Rp. 672.484.427.001, Tahun 2017 meningkat lagi yakni Rp. 865.014.066.000, dan di Tahun 2018 yang baru tersalurkan pada tahap pertama dan kedua dari Pagu Nasionl Rp. 980.805.722.000.

Dengan Dana Desa tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat menuju desa mandiri.

Menurut lalu Husni Ansyori, Tenaga Ahli Provinsi Dana Desa, Pemprov NTB sudah seharusnya memverikan perhatian lebih besar kepada pendamping desa. Dana Desa dan Pendamping desa siap disersinergikan dlm pengembangan desa, kgususnya penurunan kemiskinan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *