Mengenang TGH. Shafwan Hakim,  Ulama Karismatik Peraih Kalpataru

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
TGH. Shafwan Hakim (alm)

LOMBOKBARAT, POJOKNTB– Bumi Nusa Tenggara Barat kembali berduka. Setelah kehilangan TGH. Shafwan Hakim, seorang ulama besar dan disegani.

TGH. Shafwan Hakim merupakan pengasuh Ponpes Nurul Hakim Kediri, Lombok Barat. Meninggal dunia pada Rabu 20 Juni 2018 sekitar pukul 21.50 Wita, setelah beberapa saat mendapat perawatan di Puskesmas Kediri yang tak jauh dari kediaman almarhum.

Putra dari TGH Abdul Karim ini tercatat memiliki komitmem kuat dalam bidang dakwah. Tak pernah satupun undangan memberikan tausiah untuk penguatan umat dilewati almarhum.

Samsul, seorang alumni Ponpes Nurul Hakim bercerita, setiap ada undangan yang ditujukan, sebisa mungkin dipenuhi. Berat rasanya tak memenuhi undangan tersebut.

Selain itu, dakwah yang dilakukan TGH. Shafwan Hakim tak saja bil lisan (dengan ucapan) namun juga bil hal (dengan tindakan). Ini membuktikan keselarasan Iman dan Islam almarhum.

Ponpes Nurul Hakim Kediri di bawah asuhannya, mengalami perkembangan pesat hingga hari ini. Ponpes yang berdiri sejak 1924 silam ini menerapkan sistem pendidikan khusus yakni santri bersekolah selama enam tahun tidak boleh keluar sebelum lulus madrasah aliyah.

Sebagai alumni, Samsul menilai sistem pendidikan yang diterapkan almarhum yang juga menjabat Ketua MUI Lobar sangat sesuai dengan kebutuhan pengembangan kualitas SDM saat ini. Tak heran tiap tahun Ponpes ini selalu diminati masyarakat.

Berbagai jenjang pendidikan dirintis Pondok Pesantren in. Di antaranya adalah Taman Kanak-kanak, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah Dakwah Islamiyah Putra, Madrasah Tsanawiyah Dakwah Islamiyah Putri, Madrasah Aliyah Dakwah Islamiyah Putra, Madrasah Aliyah Dakwah Islamiyah Putri, SMK Plus, Ma’had Aly Darul Hikmah, Institut Agama Islam Nurul Hakim (IAINH), Madrasah Salafiyah dan Tahfizul Quran.

Di samping itu, almarhum juga tak saja aktif dalam setiap kegiatan dakwah, namun beliau juga dikenal sangat aktif dalam kegiatan sosial terutama reboisasi lingkungan. Bahkan pada tanggal 7 Juni 2011, TGH Shafwan, menerima penghargaan jasa lingkungan hidup Kalpataru, diserahkan langsung Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono.

Mendapatkan penghargaan menurutnya bukanlah tujuan akan tetap lebih dari itu tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya sebagai bagian dari ibadah yang terhitung berpahala.

“Lebih baik merubuhkan bangunan kelas atau yang lainnya dari pada menebang pohon yang sudah tumbuh,” pesan yang selalu diungkapkan almarhum yang hingga kini melekat di benak para santri. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *