Warkop Taruna Desa Sepakek Gelar Grand Opening

Spread the love
  • 68
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    68
    Shares

 

Suasana grand opening

LOTENG, POJOKNTB– Digawangi Karang Taruna Duta Taruna Desa Sepakek Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah (Loteng), Warkop (Warung Kopi) Taruna yang berlokasi di Kantor Desa setempat pada Selasa (22/05).

Kegiatan Grand Opening menghadirkan pembicara dari KNPI Loteng, M. Samsul Qomar dan Wirusahawan Muda dari GMI, L. Chandra Yudistira. Gelaran acara bertema Yang Muda Yang Berkarya ini diawali dengan sambutan-sambutan dari Ketua Karang Taruna dan Kepala Desa.

Dalam sambutan singkatnya, Ketua Karang Taruna, Sawaludin, menyebutkan bahwa kehadiran warkop ini selain sebagai ajang tempat bersantai ria menikmati kopi, ia diupayakan sebagai peletup semangat warga desa untuk berani berkarya secara mandiri untuk kemajuan desa. Bahwa sudah saatnya bagi pemuda, lanjutnya, untuk bergegas saling bahu membahu membuhul temali karya yang kreatif, produktif, inovatif dan konstruktif.

Wakop yang dimotori Karang Taruna ini kami upayakan mampu memberi sumbangsih positif bagi desa. Di samping tentu saja sebagai ajang tempat kumpul kumpul anak muda, ini juga langkah wirausaha mandiri kami di Karang Taruna. Kami ingin buktikan bahwa kita yang di desa juga bisa berkreasi yang produktif, yang berkelanjutan.

” Insya Alloh dengan niatan yang baik grand opening warkop ini ke depan mampu memberi bukti manfaat dan kami selalu siap menerima masukan untuk terus memperbaiki kualitas layanan kami,” pintanya, disambut tepuk tangan pengunjung.

Mengamini Sawaludin,  Kades setempat, Mustakim, mengapresiasi apa yang dirintis oleh Karang Taruna melalui warkop tersebut. Dengan hadirnya warkop ini Mustakin berharap memberi suntikan positif bagi pemuda untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi pemberdayaan dan pengembangan desa.

Ide-ide kreatif pemuda semacam ini kami dukung sepenuhnya. Kami dari pihak Desa tentu merasa sangat bangga dan terbantu jika warga kami berani melakukan terobosan-terobosan positif.

“Karang Taruna telah memberi contoh yang baik. Alhamdulillah,” ringkasnya memberi sambutan.

Sementara itu, kedua pembicara, Qomar dan Yudistira, sama-sama mengajak para pemuda untuk mendayagunakan energi besar generasi muda untuk menjadi penggerak dan penggagas kerja-kerja kreatif dalam berbagai sector, khususnya yang potensial dikembangkan di desa tersebut.

Mereka bersepakat bahwa di era teknologi digital ini peran pemuda justru lebih memiliki ruang untuk ditumbuh-kembangkan. Saluran-saluran kreasi dan kerja-kerja kewirausahaan seperti halnya warkop Taruna bisa menjadi wadah yang berorientasi profit di satu sisi, membangun relasi social yang bertujuan mengintegrasikan berbagai kebutuhan, aspirasi masyarakat di sisi lain.

Saya sendiri sangat tertarik dengan warkop yang berkonsep desa semacam ini. Mungkin baru di Desa ini yang pertama kali melakukannya. Makanya saya langsung menyambut ketika mendapat undangan untuk berbagi pengalaman di sini.

“Insya Alloh, saya siap hadir kembali di tempat ini (warkop, red.) kembali. Saya senang dengan pemuda yang berani berinisiatif dan berani melakukan yang out of the box,” kilah Yudistira menimpali Sabar, salah satu pengunjung yang bertanya.

Warkop Zaman Now, Seruput Kopi Yang Multitasking

Dengan mengambil titik sentrum di desa, warkop Taruna menawarkan suguhan khas kopi desa yang menjadi tradisi turun temurun pemburu kopi Sasak/Lombok.

Warkop Taruna ingin mengembalikan nuansa kopi asli yang diracik dengan balutan ala kampung yang telah menjadi kearifan lokal yang menawarkan cita rasa global. Di samping sudah tersedia roti bakar, ubi goreng dan kentang goreng, dan aneka jus buah yang juga bisa menjadi pilihan menu lain para penikmat kopi.

Tak mau kalah dengan menjamurnya café-café di kota, warkop ini mengusung semangat pemuda zaman now yang multitasking alias menyuguhkan berbagai aktifitas dalam seruput kopi.

Di samping sebagai tempat kongkow-kongkow menikmati malam yang diiringi alunan musik, ia menyediakan fasilitas berselancar di dunia maya dengan wi-fi gratis, menghadirkan rumah ramah baca dan mengagendakan diskusi-diskusi ringan hingga serius bagi para pengunjung yang datang.

Sementara itu, sehari paska Grand Opening, Rabu (23/05), tampak puluhan pengunjung berdatangan untuk mencoba menikmati suguhan kopi asli khas warkop tersebut. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *