Wacana Merger PTS, IKIP Tergantung Yayasan

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Rektor IKIP Mataram

MATARAM, POJOKNTB– Banyaknya PTS di Indonesia yang sakit serta sulit berkembang membuat

Menristekdikti Republik Indonesia mendorong agar terjadinya merger pada PTS. Himbauan merger dilakukan apabila masih dalam satu yayasan yang sama.

Di NTB, himbauan merger PTS langsung tanggapi cepat sejumlah kampus seperti Stikes Yarsi dan Universitas Nusa Tenggara Barat menjadi Universitas Yarsi NTB. Belakangan nama IKIP Mataram juga sempat disebut Pembina Yayasan H. Lalu Azhar dalam salah satu kesempatan beberapa waktu lalu.

Menanggapi adanya dorongan merger dari pemerintah tersebur, Rektor IKIP Mataram Prof. Kusno, DEA., PhD., mengaku keputusan merger hanya dapat dilakukan oleh yayasan.

“Yang punya kewenangan itu adalah yayasan,” urainya.

Rektor kata Kusno, dimana pun itu hanya sebagai eksekutif saja. Namun yang berhak dan memiliki kewenangan adalah pihak yayasan.

“Jadi yang memiliki kewenangan adalah dari Yayasan dengan pertimbangan matang plus minusnya, itupun harus ada kesamaaan baru diusulkan ke Dikti,” sambungnya.

Sebagai Rektor, dia melihat upaya merger sebuah PTS memiliki plus minusnya. Meski tidak menyebutkan plus minusnya, yang jelas yang paling tahu hal tersebut adalah yayasan.

“Bagi kami yang penting setiap prodi sudah terakreditasi itu menunjukkan kualitas. Jadi kami tidak pesimis apakah di merger atau tidak,” imbuhnya.

Selain itu, sehat tidaknya perguruan tinggi untuk masing masing perguruan tinggi ada strateginya. Tidak harus dengan merger.

“Kalau mergernya itu tadi, bagaimana kita tetap menjaga Prodi itu kualitas. Ada yang ingin besar, terus mengembangkan prodi tapi tidak terurus. Sehingga kekurangan itu kita bisa targetkam kapan menjadi perguruan tinggi yang lebih baik,” tutupnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *