Sengkarut Persoalan Haji, Suhaimi Ismy Serap Aspirasi Masyarakat

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
H. Lalu Suhaimi Ismy sedang menyerap berbagai aspirasi masyarakat terkait persoalan penyelenggaraan ibadah haji

MATARAM, POJOKNTB– Anggota DPD RI Dapil NTB, H. Lalu Suhaimi Ismy, melakukan pertemuan dengan masyarakat berbagai elemen, pada Jum’at (11/5).

Kegiatan tersebut dikemas dalam silaturahmi dan serap aspirasi masyarakat dan daerah terkait pengawasan UU Nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji tahun 2018.

Dalam pertemuan singkat itu, masyarakat memberikan kritik terhadap sejumlah persoalan terkait penyelenggaraan ibadah haji.

H. Marzuki, salah satu masyarakat pada kesempatan itu mengkritik mekanisme pemberangkatan calon jamaah haji yang terkesan ribet dan ditumpangi dengan beragam acara seremonial yang tidak terlalu penting.

“Misalnya jamaah diarahkan ke pendopo, sehingga ada lomba pidato dan sangat membosankan bagi jamaah,” kritiknya.

Hal lain yang disorot dalam pertemuan itu ialah soal calon jamaah haji yang sudah lanjut usia (lansia). Dia meminta agar pemerintah lebih mempermudah mereka. Karena beberapa calon jamaah Lansia lebih dulu wafat dari pada berangkat berhaji sebagaimana yang terjadi di Dasan Agung.

Senada, H. Hasyim masyarakat dari Kelurahan Jempong ini menilai, pemerintah harus memberikan kemudahan bagi jamaah Lansia. Mengingat tidak mustahil jika mereka telah mendaftar lalu jatuh sakit atau tidak mampu melunasi karena tingginya daftar tunggu.

“Kalau memang berdasarkan aturannya calon jamaah hani Lansia didahulukan, agar didahulukan bila di banding dengan mereka yang sudah sering berhaji. Jangan sampai mereka yang sering berhaji jadi prioritas,” ujarnya.

Menanggapi masukan masyarakat, H. L. Suhaimi Ismy, berjanji semua aspirasi dari masyarakat akan disampaikan ke pimpinan. Termasuk kata dia, pihaknya akan menindaklanjuti dengan memgundang kementerian terkait.

“Semua aspirasi ini akan disampaikan ke pimpinan,” urainya.

Sementara terkait kuota haji, Suhaimi meminta pemerintah mengevaluasi biro perjalanan haji plus. Karena mengurangi kuota haji bagi masyarakat.

“Haji plus bayarnya mahal kemudian melalui travel, tapi bebannya ke negara. Ini tidak adil. Pertama mengurangi kuota orang yang bertahun tahun menunggu tapi karena hanya punya duit, mereka langsung berangkat tanpa tunggu antrian,” kata Suhaimi.

Sedang di sisi lain, pada saat jamaah haji plus tersebut mengalami sakit, mereka datang ke tenaga medis pemerintah. Padahal biaya kesehatan ditanggung APBN bukan dari keuntungan travel.

“Ini tidak adil,” sambungnya.

Sementara Kanwil Kemenag NTB H. Nasruddin melalui Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag NTB,  menjelaskan bahwa seremonial pemberangkatan calon jamaah akan dikoordinasikan dengan Pemda/Pemkot. Mengingat ini bukan kewenangan Kemenag.

“Sehingga nanti mereka bisa langsung dibawa ke asrama haji. Karena Kemenag tidak ikut intervensi dalam hal tersebut,” tutupnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *