Kampus Diminta Terlibat Kembangkan Energi Baru Terbarukan

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Direktur Samalas Institute dan Prof. Purnomo Yusgiantoro

MATARAM, POJOKNTB– Peran energi sangat vital dalam mendukung perekonomian nasionaI dan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat. Pasokan energi harus tersedia dalam jumlah cukup dan harga terjangkau di seluruh Indonesia.

Mantan Menteri ESDM Prof. Purnomo Yusgiantoro, saat menjadi pembicara dalam seminar nasional di Unram mengingatkan agar perguruan tinggi turut terlibat dalam mendukung dan mengembangkan energi baru terbarukan. Hal itu menyusul semakin menipisnya cadangan energi dunia.

Lebih jauh dikatakan Purnomo, dalam konteks Indonesia cadangan minyak bumi masih sekitar 3,5 miliar barel dan akan cukup digunakan dalam waktu sekitar 12 tahun kedepan. Kondisi ini sebutnya memasuki fase sangat kritis.

Untuk mengamankan pasokan energi secara berkelanjutan Indonesia harus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan yang saat ini hanya sekitar 6% dalam bauran energi nasional. Penggunaan energy terbarukan pada umumnya bersifat setempat dengan berbagai variasi skala untuk pengembangan kapasitasnya sehingga

sangat tepat untuk menjadi backbone pemenuhan kebutuhan energi di berbagai wilayah di Indonesia di masa depan.

Secara teoritis Indonesia memiliki potensi sumber energy terbarukan yang tergolong cukup besar khususnya panas bumi, tenaga air dan energi laut disamping potensi lainnya seperti energy matahari, energy angin, energy biomasa dan arus laut. Dengan ineventarisasi potensi yang akurat serta pengelolaan dan keberpihakan pada sumber energy terbarukan, maka jenis energy ini dapat memenuhi target bauran energy terbarukan pada tahun 2025 maupun 2050 sebagaimana diamanatkan dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN).

Sementara Wakil Rektor IV Unram Prof. Ir. Suwardji, menyebut ada tiga persoalan dihadapi dunia global saat ini, yaitu pangan, energi dan lingkungan.

Dia pun mendukung agar Indonesia mencoba berbagai energi alternatif sebagai pengganti energi. Terlebih pemanasan global memang benar benar sudah terjadi. Banyak negara dunia sudah khawatir akan tenggelam. Apalagi di sejumlah negara kini juga sudah kekurangan air.

“Unram sudah punya komitmem tinggi terhadap energi. Kita punya rencana aksi menangani perubahan iklim,” ungkapnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *