Suhaimi Ismy Ajak Masyarakat Bima Turut Jaga NKRI

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

BIMA, POJOKNTB– Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Al-Jihad, Bima, kembali menggelar sosialisasi dala rangka memasyarakatkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, pada Jum’at (20/4/2018).

Kegiatan yang digelar di aula Serbaguna Muhammadiyah Bima, diikuti 200 peserta dari berbagai unsur, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Anggota DPD RI Dapil NTB, H. Lalu Suhaimi Ismy, dalam kesempatan itu menerangkan bahwa kesepakatan Pancasila sebagai dasar dan sendi kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dapat diganggu gugat.

“Pancasila merupakan landasan kita dalam membangun sendi-sendi kehidupan bebangsa dan bernegara untuk terus menjadi baik,” urainya.

Untuk itu, keberadaan Pancasila yang di dalamnya juga mengatur kehidupan beragama termasuk Islam, harus dijaga dan dipelihara segenap masyarakat Indonesia.

Selain itu, mantan Kakanwil Kemenag NTB ini menjelaskan, NKRI sebagai bentuk negara sudah final. Konsep NKRI merupakan bentuk yang telah terbukti mampu menyatukan kita, meski berbeda satu sama lainnya.

“Jangan pernah kita berselisih paham karena beda partai, beda pilihan yang menjadi alasan kita untuk terpisah dan bercerai berai,” pesannya seraya mengingatkan jika persatuan harus menjadi modal dasar untuk membangun negara yang besar ini.

Terlebih jelang menghadapi pesta demokrasi tahun 2018 dan Pilpres 2019. Tentu penting bagi semua pihak menjaga rasa toleransi antarsesama, mengingat adanya golongan, partai dan kelompok masyarakat yang berbeda, berpotensi memunculkan gesekan yang berujung konflik.

“Saya mengharapkan masyarakat untuk tetap menjaga ukhuwah baik dalam beragama dan berbangsa. Termasuk menghindari konflik apapun alasan dan bentuknya,” ungkapnya.

Diakhir penyampaian, Suhaimi Ismy mengingatkan agar semua elemen senantiasa bersatu, tidak terpecah dan terkotak-kotak. Karena jika demikian, tentu dapat merugikan bangsa ini.

“Negara kita tidak boleh seperti Uni Soviet, yang dahulu negara adidaya dan tidak pernah terbayang oleh kita tiba-tiba hancur. Sudah tidak zamannya memepertentangkan perbedaan Ormas dan sebagainya,” tutupnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *