Asosiasi Guru Swasta Adukan Dikbud ke Ombudsman

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Sejumlah guru honorer berkumpul di di kantor PGRI NTB

Mataram, PojokNTB- Buntut tidak diakomodirnya ratusan guru honorer Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Swasta di NTB, dalam proses rekrutmen tenaga kontrak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) guru SMA/SMK/SLB, Asosiasi Guru Swasta NTB berencana melaporkan Dikbud NTB ke Ombudsman, Sabtu besok (21/4).

Ketua Asosiasi Guru Swasta Kota Mataram H. Irawan Mahdan, mengemukakan, keputusan melaporkan Dikbud NTB ke Ombudsman lantaran persoalan yang tidak mengikitsertakan honorer SMA sederajat dari sekolah swasta tak kunjung menemui titik temu. Bahkan berulangkali mengadukan ke DPRD NTB, belum juga membuahkan hasil.

“Besok kita tindaklanjuti jam 10.00,” ujarnya.

Meski sebelumnya, Komisi V DPRD NTB berjanji akan membahas persoalan tersebut bersama Dikbud, PGRI, dan DPRD. Namun langkah tersebut kata Irawan Mahdan, harus juga didorong oleh langkah lainnya.

Awalnya, pihaknya berencana menempuh jalur hukum, dengan menggugat keputusan Dikbud karena mereka tidak diakomodir dalam proses seleksi. Namun langkah ini berubah karena akan memakan waktu lama, sementara waktu seleksi semakin dekat.

“Maka diambil keputusan melaporkan Dikbud ke Ombudsman. Nanti kita ketinggalan kereta sementara waktu semakin dekat,” kata Irawan Mahdan, Jum’at (20/4).

Dilanjutkan Irawan, guru honorer yang tidak terakomodir dari Kota Mataram mencapai 125 orang lebih. Mereka tersebar ke sejumlah sekolah seperti SMA, MA, dan SMK swasta.

Padahal mereka punya hak yang sama untuk berkontestasi. Terlebih jika dilihat dari aspek pengabdian dan tugas, status guru honorer di sekolah negeri sama dengan guru honorer di sekolah swasta. Selain itu, mereka juga sama-sama guru honor dan sama-sama bertugas untuk mencerdaskan anak bangsa. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *