Tim Geopark NTB Kunjungi Desa Tanak Beak

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LOTENG, POJOKNTB- Tim Geopark dari Badan Perencanaan  Pembangunan Daerah (Bappeda)  Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) lakukan kunjungan bersama rombongannya ke desa Tanak Beak Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah, Senin 12/3/18.

Kunjungan tersebut disambut baik oleh para voluntir perjuangan dan kepala Desa Tanak Beak Maknun.  Ketua pokja Geowisata Indra Cahyadi mengatakan ucapan terimaksih atas kedatangannya untuk melengkapi data-data sebelumnya sudah datang kesini pada tahun 2014 lalu.

Untuk itu melakukan survey lanjutan dan identifikasi yang akan dijadikan spot-spot wisata kedepannya dengan  terjun langsung ke lapangan melihat  situs bangunan kedistrikan belanda waktu itu dengan bebarapa sisa pondasi dan sumur dan jambatan yang dibuat oleh belanda.

Budi Karyawan sebagai manager Geopark Provinsi NTB,  mengemukakan kenapa harus datang ke Tanak Beak dibandingkan ketempat-tempat yang lain karena Tanak Beak adalah satu-satunya singkapan jejak letusan gunung Samalas yang cukup lengkap yang terjadi pada tahun 1257 sekitar 760 tahun yang lalu.

“Melihat potensi itu semua dengan bersama-sama dengan pemuda disini berjuang untuk keberlangsungan Geowisata kedepannya untuk kesejahteraan masyarakat desa, dan dalam waktu dekat akan dibuka secara resmi,” Ujar budi.

Saat ini lokasi tersebut ada di dusun Tanak Bengan merupakan bagian dari desa Tanak Beak yang rencana kedepan jika lahan tersebut dibebaskan oleh Pemprov maka akan dijadikan laboratorium pusat geologi internasional, sebelumnya sempat dijadikan lokasi galian C.

Namun, tidak hanya itu yang dikunjungi tapi bebarapa titik salah satunya pembuatan Cobek dari batu asli Samalas yang dipilih sedemikian rupa yang dibuat oleh warga tanak bengan Sabarudin dengan alat tradisional, serta mengunjungi sungai yang akan dijadikan tempat River Tubing dan Refting.

Kunjungan tersebut dengan jarak tempuh cukup jauh sampai setengah hari perjalanan dan dilihat langsung potensi wisata yang bisa dikembangkan salah satunya Geo Kuliner seperti Buah Naga, Teh Salam Samalas, Geo Sopnir cobek batu, Asbak batu, Tas yang dibuat dari sampat plastik dan lain-lain, serta Geo budaya Takepan, Hikayat, benda-benda pusaka lainnya.

Hal ini butuh waktu dalam perencanaannya secara matang untuk menyiapkan paket-paket setengah hari atau fullday serta pelayanan terbaik, dengan kemasan yang menarik dan tampilan yang unik.(San)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *