Paslon Kada Malas Urus Izin Kampanye

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MATARAM, POJOKNTB- Tingkat kepatuhan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur  pada pilkada NTB dalam mengurus ijin kampanye dianggap masih rendah.

Karena selama kurun waktu masa tahapan kampanye yang baru terlaksana hampir setengah bulan tersebut sebagian besar kampanye yang dilakukan oleh tim dan pasangan calon tidak mengantongi ijin kampanye atau STTP (Surat Tanda Terima Pemneritahuan ).

Dimana dari ke empat pasangan calon gubermur dan wakil gubernur NTB yang  telah melaksanakan kampanye tersebut semuanya ada yang tidak memgurus STTP kampanye.

Menurut ketua Bawaslu NTB, M. Khualid bahwa dari 53 kali kampanye yang telah dilaksanakan oleh empat pasangan calon dalam kurun waktu sejak 15  Februari hingga 1 Maret kemarin hanya ada 10 kali kampanye yang mengantongi STTP.

,”Ketaaatan dari sisi tidak  ada STTP masih rendah, Dimana dari  53 kali kampanye dan hanya 10 kali yang ada STTP lalu 43 yang tidak mengantongi STTP,” ucapnya Jumat (2/3) sore.

Dimana lanjutnya,  untuk masing masing calon  pasangan, untuk pasangan nomor 1 dari  9 kali kampanye yang tidak ada STTP  2 kali dan untuk pasangan nomor 2 dari 4  kali kampanye yang  tidak ada STTP sebanyaj 3 kali sedangkan untuk pasangan nomor 3 dari 30 kali kampanye  sebanyak  29   kali kampanye tidak ada STTP lalu untuk pasangan  nomor  4 dimana dari 10.kali kampanye sebanyak 8 kalinya  tidak  ada  mengantongi STTP.

Dimana berdasarkan kampanye yang tidak mengantongi STTP tersebut dilakukan paling banyak dalam bentuk tatap muka yaitu silaturahmi oleh pengawasan itu diidentifikasi sebagai kampanye.

Karena itulah maka kampanye tanpa mengantongi STTP yang dikeluarkan oleh pihak Dit intelkam Polda NTB tersebut akan menjadi catatan penting bagi pihak pengawas pemilu.

Lalu berdasarkan tempat kampanye dari 53 kali diketahui ada dua dugaan pelanggaran yang terjadi di KSB yaitu kampanye yang menggunakan tempat pendidikan yang dilakukan oleh pasangan calon nomor 3 dan menggunakan pondok pesantren  di Kecamatan Kopang  oleh pasangan calon Nomor 4.

Sementara itu Direktur Intelkam Polda NTB,Kombes Pol Sulistiyo mengaku bahwa melihat kondisi kampanye saat ini terheran heran karena kurangnya kesadaran dari tim atau paslon untuk mengurus STTP.

,”saya  melihat kondisi kampanye saat ini terheran heran karena yang mengurus STTP pada kita sesuai dengan  aturan masih sangat minim, dulu pada pemilu sebelumnya Dit intel dan sat intel sangat disibukkan untuk  urusan  kampanye namun saat ini kita yang mengejar,”ucapnya.

Karena itu Dir Intelkam kembali menghimbau kepada tim dan pasangan calon agar menyerahkan surat pemberitahuan kampanye maksimal H-7 sebelum pelaksanaan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *