Alih Media Naskah Kuno Masih Banyak Kendala

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih dan Yayuk Basuki saat berkunjung ke Perpusda NTB

MATARAM, POJOKNTB- Banyak naskah kuno yang dimiliki bangsa Indonesia tidak terdeteksi. Jika pun terdeteksi, sebagian besar belum dialih mediakan atau digitalisasi.

Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Dedi Junaidi, mengungkapkan pihaknya masih kesulitan mengalih mediakan naskah-naskah kuno, terutama yang di ada di tengah masyarakat.

Dia menyebutkan naskah kuno banyak di tengah masyarakat. Jumlahnya bahkan tak terhitung. Hanya ketika pemerintah memintanya, masyarakat selalu menolak. Termasuk tawaran agar naskah tersebut dialih mediakan juga ditolak.

“Begitu teman-teman datang ke masyarakat demi untuk kelestarian dirawat, mohon kesadaran masyarakat,” ungkap Dedi.

Upaya pemerintah dengan memberikan reward kepada masyarakat yang mau menyerahkan naskah kuno mereka berdasarkan ataran UU Nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, juga menemui kendala.

“Ini kembali kepada kita apakah ada kesadaran atau tidak,” jelasnya.

Pihaknya pun menghimbau agar masyarakat demi atas nama kelestarian cagar budaya termasuk di dalamnya naskah kuno untuk menyerahkan ke pemerintah untuk dipelihara.

“Untuk masyarakat kami himbau kalau tidak terawat agar lestari diserahkan ke dinas untuk dirawat meski ada anggapan begini secara filosofis kramatnya hilang benda itu. Yang awalnya itu keramat tapi dipindahkan jadi hilang kramatnya,” sambungnya.

Termasuk meminta agar dialihmediakan sekiranya tidak bisa diminta. Dengan harapan agar pasca dialih mediakan secara online bisa dibaca masyarakat secara luas.

“Pendekatannya itu alih media,” tutupnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *