Samalas Institute Ajak Semua Elemen Perangi Narkotika

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kasatresnarkoba Polres Kota Mataram menunjukkan contoh pil koplo kepada para peserta sosialisasi

MATARAM, POJOKNTB- Ratusan pelajar dan mahasiswa UIN Mataram mengikuti sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika yang digelar Samalas Institute di aula Pascasarjana UIN Mataram, Sabtu 24 Februari 2018.

Direktur Samalas Institute, Darsono Yusin Sali, mengemukakan kegiatan sosialisasi bahaya narkotika melibatkan pelajar dan mahasiswa UIN Mataram adalah bagian  kecil dari upaya kita sebagai elemen masyarakat melawan dan mencegah narkotika.

Pihaknya pun mengajak agar semua elemen masyarakat termasuk juga mahasiswa berkomitmen memerangi bahaya penyalahgunaan narkotika.

“Harapannya semakin banyak yang menyadari bahaya narkotika, termasuk di kalangan mahasiswa dan pelajar,” ungkapnya.

Kegiatan yang mengambil tema  “Mewujudkan Generasi Milenial Bebas Narkotika” secara umum bertujuan agar terwujudnya Kota Mataram yang bebas narkotika. Di samping terbentuknya kesadaran pelajar akan bahaya narkoba di lingkungan sekolah dan kampus.

Selain itu mampu memberikan pemahaman secara utuh tentang bahaya narkoba kepada pelajar di Kota Mataram, termasuk mencetak kader-kader anti narkoba. Terlebih peredaran narkotika sudah mengerikan. Banyak artis yang terlibat narkotika.

Kepala Seksi Pencegahan Narkotika BNN Kota Mataram, Heri Sutowo, S.Km., menjelaskan motif penggunaan narkotika sangat beragam, bisa aspek sosial, dan ekonomi. Namun apapun motifnya, dampak yang ditimbulkan sangat merusak.

“Orang yang menggunakan narkotika tidak akan baik pendidikannya,” ujar Heri.

Disebutkannya, di Kota Mataram terdapat 140 orang yang rehabilitasi dengan sukarela, 17 diantaranya berasal dari siswa SMP, dan 9 diantaranya setelah di asassment mengenal narkotika sejak SD.

” Inilah kondisi kids zaman now. Memang tantangan anak zaman now sangat kompleks,” ungkapnya prihatin.

Yang lebih memprihatinkan, hampir seminggu ini ada banyak temuan narkotika di sejumlah tempat yang beatnya berton-ton. Bahkan dengan fakta semua kapal yang membawa narkotika itu berasal dari luar, membuktikan bahwa Indonesia kini jadi tempat percobaan untuk narkotika jenis baru. Pangsa pasar yang dinilai sangat potensial karena jumlah anak muda yang sangat banyak.

Dirinya mengajak mahasiswa turut ambil bagian melawan penyalahgunaan narkotika karena berakibat buruk terhadap perilaku sosial penggunanya di masyarakat. Seperti mudah marah, mudah terainggung.

“Mohon maaf, karang taliwang-monjok kita curiga juga. Mudah marah, mudah tersinggung. Akhirnya terjadi KDRT, kemudian dampak yang lain lagi dari aspek ekonomi. Triliunan uang negara hilang karena narkoba untuk penindakan, pencegahan dan lain sebagainya,” tukasnya.

Hadir juga sebagai pemateri Kasatresnarkoba Polres Kota Mataram Prayit Hariyanto SH., dan akademisi UIN Mataram Lalu Abdurrahman Wahid, MA. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *