Jaringan Masyarakat Madani Kembali Gelar Dialog Publik

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Suasana dialog publik yang digelar JMM

SELONG, POJOKNTB- Jaringan Masyarakat Madani kembali menggelar acara dialog publik melibatkan berbagai elemen masyarakat Lombok Timur sebagai peserta dialog publik. Hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebur perwakilan Kemenag Lotim, Kesbangpoldagri Lotim.

Koordinator Jaringan Masyaramat Madani, Samsul Hasan Basri mengemukakan sebagai bangsa yang kaya dengan perbedaan dan keberagaman, tentu menjadi sebuah keniscayaan bagi semua pihak untuk mengantisipasi terjadinya konflik-konflik sosial di kalangan masyarakat yang diakibatkan dangkalnya pemahaman atau kesalahan dalam memahami faham-faham yang muncul di lingkungan sekitar masyarakat.

Dengan kondisi masyarakat yang demikian, maka potensi munculnya konflik itu menjadi besar. Maka dari itu sejak dini, mesti harus dilakukan identifikasi dan deteksi sejak dini, apa yang menyebabkan hal ini terjadi dan bagaimana cara bersikap untuk menghadapi permasalahan-permasalahan tersebut.

“Mayoritas penduduk masyarakat Lotim adalah beragama Islam, dimana kabupaten ini memiliki paling besar jumlah penduduk dibandingkan dengan jumlah penduduk di kabupaten/kota lainnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ujar Samsul.

Maka dari itu, perlunya ruang-ruang dialog, diskusi atau pertemuan semacam ini dalam rangka memahami esensi dasar dari problem sosial kemasyarakatan kita.

Jaringan Masyarakat Madani sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang secara sadar menginisiasi dialog publik dengan tema membangun harmonisasi bangsa, menangkal paham ekstrim di kabupaten Lombok Timur.

Kasubid PMS Bakesbangpoldagri Kabupaten Lotim, Lalu Dami Ahyani, S.IP., menyambut baik dialog publik ini. Mengingat yang dilakukan Jaringan Masyarakat Madani sama dengan yang dilaksanakan oleh Bakesbangpoldagri adalah mengoptimalkan peran dan fungsinya.

Di Bakesbangpoldagri, ada lima bidang, salah satu bidang menginisiasi forum-forum, dimana bertugas untuk mendeteksi apa sebenarnya yang menjadi permasalahan di Kabupaten Lombok Timur.

Pihaknya setiap bulan rutin melaksanankan pertemuan, ada juga forum intelejen daerah, mendeteksi secara dini potensi mengganggu stabilitas daerah, ada juga forum kerukunan antar umat beragama (FKUB).

“Intinya kami menfasiliatasi forum pimpinan daerah. Apa yang dibicarakan disana, kami mohon petunjuk yang bisa kita lakukan disini. Alhamdulilah di tempat kita, bisa mengendalikan potensi konflik yang ada di masyarakat melalui forum-forum yang kami inisiasi,” ujarnya.

Di samping itu, pihaknya juga datang ke sekolah-sekolah, mengoptimalkan jejaring Kamptibmas, di seluruh kecamatan di Kabupaten Lombok Timur.

“Mengadakan pertemuan setiap bulan, untuk menangkal disharmonsiasi atau unstabilitas,” katanya.

Narasumber lainnya, Sulaiman, M.Pd., MM., mengungkapkan bahwa di tengah masyarakat memiliki figur pemersatu. Mereka adalah simpul bersatunya umat.

Maka, yang paling penting didekati oleh pemerintah itu adalah tuan guru atau ulama.

“Kenapa gotong royong itu tidak dilakukan karena sudah tidak diinstruksikan oleh tuan guru. Kalau ada pemuda demo dan polisi maka bentrok , tapi kalau berhadapan dengan tuan guru, maka tidak bisa berkonflik,” ujarnya. (run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *