PGRI Instruksikan Guru Mogok Mengajar

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MATARAM, POJOKNTB- Sejak pengelolaan jenjang pendidikan SMA/SMK di tangan provinsi, sebanyak 301 orang baik guru PNS dan non PNS belum dibayarkan gaji sertifikasinya sejak satu tahun lebih. Mereka terkendala dengan SK Gubernur yang tidak kunjung keluar.

Atas persoalan ini, PGRI NTB menginstruksikan agar semua guru anggota PGRI jenjang SMA/SMK tidak mengajar atau mogok mengajar selama tiga minggu sebagai bentuk protes terhadap lambannya pemerintah dalam merespon persoalan tersebut.

“Insya Allah jika minggu depan belum keluar SK Gubernur kita instruksikan untuk tafakkur di rumah masing-masing tiga minggu saja. Insya Allah pendidikan di SMA/SMK lumpuh total,” ujar Ketua PGRI NTB, H. Ali Rahim.

Dia pun menuding Kadis Dikbud tidak mampu mengelola pendidikan dan mendesaknya untuk mundur. Selain itu, pengelolaan pendidikan lebih pada  berdasarkan kekuasaan bukan berdasarkan prioritas dan kebutuhan. Padahal pendidikan itu merupakan pelayanan dasar yang wajib ditangani dengan serius.

“Kadis Dikbud arogan dengan tahta yg didapat, paham apa dia? Kalau dia paham sudah lama diurus SK guru non PNS, malah 301 non PNS sertifikasi tidak mendapatkan tunjangan selama satu tahun karena SK dari provinsi tidak ada,” ujar Ali Rahim protes.

Dikatakannya, anggaran untuk pembayaran tunjangan sertifikasi guru berasal dari APBN. Masing-masing guru mendapat Rp.17.500.000 setelah dipotong pajak. Sehingga total tunjangan sertifikasi non PNS yang belum terbayarkan keseluruhannya mencapai Rp. 2,7 Miliar.

“Ini tersandera oleh Kadis Dikbud NTB yang gagal paham tupoksi,” tegasnya.

Lebih jauh disebutkan bahwa PGRI akan selalu memperjuangkan nasib para guru terutama bagi guru yang belum memperoleh SK dari bupati/walikota. Keberadaan SK tersebut bagi guru sangat penting sehingga guru-guru bisa mendapatkan NUPTK, NRG dan bisa ikut UKG, serta sertifikasi.

Menanggapi protes PGRI, Kadis Dikbud NTB, H. Muhammad Suruji menegaskan jika SK Gubernur sedang dalam proses.

“Sudah naik, tunggu turun,” ujarnya singkat. (dor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *