Mantan Suami Ungkap Perselingkuhan Oknum Kepsek SD

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

MATARAM, POJOKNTB – Salah seorang Kepala Sekolah (Kasek) SD Negeri ternama di Kota Mataram berinisal BZU diduga melakukan hubungan gelap dengan sejumlah pria. Bukti SMS perselingkuhan dibeberkan ke publik oleh LLM yang tak lain suami Kapsek BZU.

Sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2017, LLM menduga istrinya berselingkuh. Dugaan perselingkuhan tersebut menurut suami BZU ini, disinyalir melibatkan empat Pria Idaman Lain (PIL) berinisial MW, F, K, dan S.

“Boleh kita bilang ini dia berselingkuh. Selingkuh pertama tahun 2003, datanya ada semua,” tutur LLM dihadapan awak media, di Mataram, Jumat (26/1/2018) kemarin.

Lebih jauh LLM mengaku telah mengantongi sejumlah bukti yang mengindikasikan perselingkuhan istrinya dengan empat PIL tersebut. Bukti-bukti itu diketahuinya diantaranya dari komunikasi melalui ponsel atau handphone, baik berupa SMS (pesan singkat,red) maupun percakapan melali media sosial WhatsApp (WA) sekitar tahun 2003 sampai dengan tahun 2017.

Dibeberkannya bahwa untuk SMS yang pertama itu disinyalir dari MW yang berbunyi “Spermaku Jangan Kamu Buang, Sayangku”. SMS tersebut di kirim dari nomer 08123988xxx ke nomor 08123709xxx.

Selain SMS tersebut, ada pula SMS dari nomor 08157911xxx pada tanggal 26 Juni 2003 yang berbunyi “Carilah istri yang saleha (suka lupa pake bh) agar menjadi sakinah (sekali kena ingin nambah) dan jadilah suami siaga (siap antam pakai gaya apa aja)”.

“Selingkuh pertama terjadi pada bulan Oktober 2002 – Maret 2003, PIL berinisial MW, ada datanya,” ungkap LLM.

Kemudian sekitar tahun 2010, LLM mengaku pernah mendapatkan SMS dari istri F. Menurut Mustafiddin, inisial F kala itu masih menjabat sebagai Kabag di salah satu dinas di tingkat provinsi.

Dalam SMS yang di kirim dari nomor 081937923xxx ini mengatakan “Cek istrimu, hr ini dia janjian dngn suami ku di htl ayu ckr. kt jebak dia sm2. istrimu itu bkn org baik2”.

“Terulang lagi 2010 yang kedua, ada juga datanya,” ungkapnya lagi.

Yang ketiga dugaan perselingkuhan BZU disinyalir melibatkan oknum Pengawas Dikpora. Dalam rentang bulan Januari sampai dengan Maret 2014, Mustafiddin memperoleh banyak SMS diantaranya dari nomor 082342313xxx, dengan kutipan yang berbunyi “Hati hati ! banyak orang yang memakai istrimu lalu. Di saat jam kantor maupun di luar jam kantor Hati hati dgn orang2 yang dekat dengan istrimu, kmungkinan besar dia adalah bagian dari selingkuhan istrimu, istrimu memang genit lalu, istrimu keliatannya tdk puas dirumah, makanya dia pandai menyembunyikan temannya walaupun dihadapanmu”.

“Lalu selingkuh ketiga 2013, ada data juga di situ lengkap,” tambah LLM.

Kemudian dugaan selingkuh yang terakhir di sebut Mustafiddin dengan oknum dosen berinisial S. Sejak 2013 sampai dengan 2017, banyak komunikasi WA diantaranya disinyalir melakukan pertemuan di hotel. Dengan nomor 087864432xxx percakapan ini berbunyi diantaranya “kapan tiang tunggang sayang?”.

“2014 sampai saya panggil yang laki itu seorang dosen, nangis di rumah minta maaf, 2017 dia lagi ngulang yang dosen itu,” sesal Mustafiddin.

Dengan adanya banyak bukti indikasi perselingkuhan, LLM mengaku sudah lelah. Harapan agar istri bisa berubah menurut Mustafiddin telah tiada. Oleh sebab itu, Ia berharap agar BZU di berhentikan sebagai kepala sekolah karena dianggap bisa mencoreng citra pendidikan.

“Dengan kondisi ini saya sudah lelah, lebih baik supaya dia merasa salah di berhentikan saja dari pegawai negeri, ndak cocok jadi kepala sekolah karena kelakuannya begini kan, asusila,” harap LLM.

Sementara itu Kepsek BZU saat di konfirmasi pada Sabtu (27/1/2018) membantah jika dikatakan selingkuh. Menurutnya, orang selingkuh itu jika ada bukti konkrit di perkuat dengan saksi. Semua bukti yang di beberkan LLM, menurut BZU adalah rekayasa karena kecewa di gugat cerai.

“Di dalam kamar tidak pakai baju berdua terus ada bukti melakukan sejenis itu baru di katakan perselingkuhan, kalau bukti yang di kantongi itu saya rasa tidak benar ada buktinya itu dan kebenaran dari adanya SMS maupun WA saya belum tahu sejauh mana kebenarannya, jadi saya menganggap ini hanya bentuk kekecewaan karena saya gugat cerai,” ujarnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *