Ali Rahim Diminta Tak Gunakan Atribut PGRI

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

GERUNG, POJOKNTB- Keinginan Ketua PGRI NTB H. Ali Rahim, maju sebagai calon anggota DPD RI 2019 mendapat respon sejumlah anggota PGRI. Mereka meminta Ali Rahim tidak menggunakan atribut PGRI jika ingin mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI.

Ahmad Apandi, S.Pd., salah seorang anggota PGRI Kabupaten Lombok Barat, menilai poster Ali Rahim yang beredar di media sosial dengan menggunakan baju atribut PGRI sangat tidak tepat dan tidak etis. Menurutnya, PGRI tidak boleh ditarik-tarik ke dalam panggung politik praktis.

Meskipun kata Apandi, keinginan Ali Rahim untuk maju sebagai calon anggota DPD RI merupakan hak politik yang bersangkutan. Namun alangkah lebih baik tidak memanfaatkan organisasi untuk kepentingan politik pribadi.

“Memang tidak diatur dalam AD/ART dan itu hak politiknya, cuma tidak elok memanfaatkn jabatan untum kepentingan pribadi,” kritik pria yang mengajar di salah satu SMK di Lobar ini.

Apalagi kata Apandi, PGRI sebagai orgnsasi guru di dalamnya berisi guru ASN. Tentu ini tidak baik dan dapat melanggar aturan mengingat pengurus kabupaten dan kota adalah ASN aktif. Sehingga jika menggunakan struktur PGRI untuk menggerakkan pemenangan, jelas itu sudah melanggar aturan.

“Aplagi poto calonnya pakai baju PGRI,” kritiknya.

Ia pun menilai kontribusi PGRI untuk kmaslahatan guru masih sangat kurang. Sehingga tidak terlalu membutuhkan wakil DPD RI berasal dari PGRI.

“Kalau bawa nama PGRI cukup ditulis dalam CV aja,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris PGRI NTB, M. Yusuf menegaskan secara kelembagaan mendukung penuh jika ada pengurus maupun anggota yang ingin maju mencalonkan diri sebagai anggota DPR maupun DPD. Terlebih Ali Rahim adalah Ketua PGRI NTB saat ini.

Ia menegaskan, tidak jadi masalah jika ada yang ingin maju. Mengingat sudah ada komitmen di tataran Pengurus Besar (PB) PGRI bagi anggota dan pengurus diberikan kesempatan dan dukungan. Sebagaimana dulu Ketua PB PGRI H. Sulistiyo yang juga terpilih sebagai anggota DPD RI.

“Alasan PB supaya ada yang perkuat bergaining position pendidikan. Banyak kasus pendidikan yang tidak tuntas seperti anggaran dan lainnya,” ujarnya. (dus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *