“Lombok Youth Camp” Lahirkan Deklarasi Perdamaian

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

TANJUNG, POJOKNTB- Kegiatan “Youth Camp Lombok for Peace Leaders” di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, KLU, resmi ditutup Bupati KLU Dr. H. Najmul Akhyar, Kamis (25/1). Kegiatan yang digelar sejak tanggal 21-25 Januari ini menghasilkan Deklarasi Perdamaian Mahasiswa Muslim Indonesia.

Ada tiga poin deklarasi, yaitu mahasiswa siap mempromosikan Islam Rahmatan Lil Alamin, siap menjaga keutuhan NKRI, dan mahasiswa siap melawan kekerasan, ekstremisme, radikalisme  dan terorisme.

Lebih lanjut ditegaskan Najmul, sebagai intelektual Muslim, mahasiswa harus mampu menampilkan citra positif Islam yang rahamatan lil alamin. Karena selama ini, ada citra negatif yang diperlihatkan sebagian penganut agama yang merugikan posisi Islam. Untuk itu, dia secara khusus meminta kepada mahasiswa sebagai kaum terdidik agar memegang janji deklarasi perdamaian saat kembali ke daerah masing-masing.

Masih kata Najmul, Islam harus mampu dikembangkan berdasarkan cita-cita sebagai agama rahmatan lil alamin. Dia pun menceritakan bagaimana praktik kehidupan keberagaman di KLU.

Meski ada banyak pemeluk ajaran keagamaan berbeda-beda, namun tetap rukun tanpa konflik. Bahkan oleh Kementerian Agama terpilih sebagai daerah bebas konflik agama dan peduli terhadap perbedaan agama.

“KLU punya banyak kepercayaan, tapi tidak pernah terjadi kejadian destruktif. Sebagai pimpinan tidak boleh eksklusif,” ungkapnya.

Di samping itu, pria yang juga Ketua KAHMI KLU pada kesempatan tersebut mengingatkan agar mahasiswa senantiasa belajar, mempersiapkan diri mereka jadi pemimpin kelak.

“Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan bangsa,” ungkapnya dihadapan 200 mahasiawa PTKIN seluruh Indonesia.

Najmul percaya, satu hal yang dia yakini ialah bahwa estafet kepemimpinan di masa depan berada di tangan-tangan mahasiswa sebagai kaum intelektual. Untuk itu dia menyatakan tidak ada yang perlu dipersiapkan mahasiswa selain belajar.

“Jangan jadi menara gading yang tak mampu memberi manfaat bagi masyarakat,” urainya.

Sementara Ketua Panitia Drs. H. Lukman Hakim, M.Pd., dalam sambutannya mengemukakan kegiatan “Youth Camp Lombok” diharapkan dapat melahirkan generasi muda Muslim yang akan menjadi penebar benih-benih perdamaian ke seluruh Indonesia. Tak terkecuali, kegiatan yang berlangsung sejak 21-25 Januari itu mampu menjadi corong atas lahirnya generasi unggul dan kader perdamaian. (dys)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *