PAUD Lestari, Bangun Karakter Anak Bermodal Semangat

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Murid PAUD Lestari saat acara wisuda beberapa waktu lalu

Keberadaan PAUD Lestari Desa Bagu, Lombok Tengah berperan besar terhadap upaya pembentukan karakter anak-anak di Desa Bagu, Lombok Tengah. Berdiri sejak tahun 2005 silam, hingga kini PAUD Lestari telah meluluskan ratusan murid dengan bermodalkan semangat.

Pendiri PAUD Lestari, Hery Nurdiansyah menjelaskan awal berdirinya Lembaga PAUD Lestari dihajatkan khusus untuk masyarakat yang kurang mampu dalam menyekolahkan anak-anaknya sejak dini.

Di samping itu, keberadaan PAUD Lestari juga dimanfaatkan sebagai lahan pengabdian para sarjana pendidikan yang berasal dari lulusan Qamarul Huda Bagu.

“Pada awal berdirinya kami pun mempunyi anak didik hampir ratusan yang membuat kami pun kewalahan dimana kami menampung anak sebanyak itu,” kenang Hery.

Namun pihak pengelola PAUD tidak kehabisan akal. Pelayanan pun dilakukan menggunakan dua rumah warga untuk dijadikan tempat pembelajaran.

Dengan demikian, proses pelayanan pembelajaran dapat berlangsung. Selain itu, perbaikan dari segi kualitas dan kuantitas serta administrasi kelembagaan dan kemampuan anak didik selalu dievaluasi setiap enam bulan sekali.

Meski dikelola secara swadaya dan hanya bermodalkan semangat, namun kualitas pengelolaan PAUD Lestari unggul. Berkat itu pula, PAUD ini pernah mendapat bantuan dari salah satu lembaga luar negeri yang digunakannya untuk membeli tanah yang kini digunakan sebagai tempat belajar.

Terbukti lulusan PAUD Lestari sebelum masuk SD sudah bisa menulis dan membaca serta sudah bisa membaca ayat pendek Alquran. Tidak saja para murid yang cukup berprestasi, guru-guru PAUD Lestari juga terbukti berkualitas.

Setiap ada pelatihan dan seminar serta workshop, para guru PAUD Lestari selalu unggul. Bahkan guru terbaik untuk PAUD se Kabupaten Loteng berasal dari PAUD Lestari.  Bahkan menjadi guru kedua terbaik di NTB dan nomor empat secara nasional. Prestasi tersebut sangat membanggakan.

“Kami dibentuk dari semangat dan keikhlasan yang besar,” terangnya.

Lebih jauh menurut Hery, bagi masyarakat Desa Bagu keberadaan PAUD Lestari sangat bernilai. Bahkan mereka sangat mempercayai anak-anak mereka masuk lemabaga untuk belajar.

“Bagi ibu-ibu yang bekerja sebagai buruh tani bisa meninggalkan anak-anak mereka di sekolah dan mereka percayakan anak-anak mereka di berada di PAUD Lestari”, urainya.

Bahkan pada perkembangan selanjutnya, masyarakat menuntut untuk dibangunkan TK yang kini sudah mendapat izin operasional. Termasuk juga kebutuhan untuk mendirikan Tempat Penitipan Anak (TPA) bagi masyarakat meski belum bisa terealisasi karena terkendala keterbatasan sarana dan prasana. (dys)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *