Ortu Harus Terlibat Kontrol Penggunaan Gadget Anak

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Perkembangan dunia modern dengan berbagai temuan bidang teknologi seperti gadget telah mampu merubah pola pikir, dan daya kreatifitas anak. Termasuk merubah perilaku anak dalam bersosialisasi. Orang tua pun diminta terlibat mengontrol penggunaan gagdet pada anak.

Wakasek Kesiswaan SMK Rinjani Puyung, Loteng, Muhammad Amrillah, menilai jika aspek kemudahan beraktifitas dengan gadget tentu membawa dampak positif maupun dampak negatif. Adanya gadget yang menunjang aktifitas kerja, komunikasi, dan akses informasi tentu sangat bermanfaat.

Namun, gadget juga dapat menimbulkan kecanduan karena semuanya dapat dilakukan hanya melalui genggaman tangan. Kemudahan berkomunikasi melalui gadget kata Amrillah membuat banyak orang menjadi malas berinteraksi secara langsung. Mengobrol dengan teman, telpon atau kirim pesan pada rekan, diskusi dengan anggota kelompok sudah dapat dilakukan lewat aplikasi chat atau instant message.

Sementara efek negatifnya, karena semua serba digital, komunikasi verbal juga dapat terganggu. Sebab, interaksi lebih banyak menggunakan tulisan atau gambar emoticon, jarang menggunakan komunikasi secara verbal. Dunia dapat menjadi kering karena pertemuan secara nyata berkurang.

“Inilah yang terjadi dengan anak-anak kita sekarang ini, terlalu banyak main gadget mereka lupa dengan dunia sekitar mereka,” ujar Amrillah di Mataram Jum’at (22/12).

Oleh sebab itu, meski terdapat dampak positif pada penggunaan gadget pada anak, namun tetap juga harus diwaspadai dampak negatifnya. Orang tua dalam hal ini harus berperan dalam mengontrol penggunaan gadget pada anak.

Tidak bisa tanggungjawab tersebut diserahkan ke orang lain mengingat orang tua yang lebih intens berinteraksi dengan anak. Apalagi tugas dan tanggungjawab tersebut diserahkan ke guru di sekolah yang interaksinya hanya ada saat di kelas.

Selain itu, kontrol orang tua terhadap anak dinilai akan sangat efektif dilakukan jika di bandingkan dengan kontrol yang dilakukan guru di sekolah. Ia pun meminta agar kontrol dilakukan orang tua tanpa menyerahkan tanggungjawab itu ke pihak sekolah.

“Intinya orang tua harus terlibat mengontrol anak,” tukas Amrillah. (sor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *