Anak Jadi Aset Bangsa, Kadus Ini Bikin Bimbel Gratis

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

Keberadaan anak-anak sebagai aset dan masa depan bangsa harus mendapat perhatian serius semua pihak. Hal itu penting guna memastikan setiap anak mendapatkan akses layanan pendidikan yang mudah, murah, dan berkualitas.

Sadar pentingnya anak sebagai aset dan penerus generasi masa depan bangsa, Muhayadi seorang Kepala Dusun Dasan Daya, Kecamatan Lembar Lombok Barat, sejak beberapa waktu lalu berinisiatif mulai menggiatkan anak-anak di dusunya untuk giat belajar melalui lemabaga bimbingan belajar”Kiai Keliang Club”. Meski di tengah keterbatasan tempat belajar yang hanya memanfaatkan tenda posyandu dusun, aktivitas belajar di tempat ini tetap jalan.

Di tempat ini, Muhayadi menanamkan kepada setiap anak di dusunnya untuk sadar betapa pentingnya pendidikan bagi masa depan mereka. Tersedia empat jenis layanan pendidikan yang dapat diakses setiap anak yang ingin belajar setiap hari tanpa dipungut biaya alias gratis. Di antaranya ialah matematika, bahasa inggris, tajwid metode qira’ati, dan pemberian motivasi melalui film.

“Ini ikhtiar saya sebagai kepala dusun untuk menumbuhkan motivasi belajar kepada anak-anak di dusun saya yang masih sangat rendah,” terang Muhayadi kepada redaksi pojokntb.com.

Selain itu, keberadaan Bimbel ”Kiai Keliang Club” juga dihajatkan sebagai pembiasaan untuk mengurangi masa bermain anak-anak yang terlalu banyak di luar jam sekolah. Dituturkan Muhayadi, pada tahap awal keberadaan Bimbel ini, anak-anak yang belajar di tempat itu mencapai 5-60 orang anak. Namun seiring berjalan semakin berkurang.

“Satu bulan terakhir ini rata-rata 15 -20 anak yang aktif. Ya beginilah semangat, menjaganya memang bukan hal yang mudah,” urainya.

Sementara itu, untuk waktu belajar mulai dilakukan tiap sore mulai Senin hingga Sabtu mulai pukul 16.00-17.30. Khusus Untuk hari Sabtu, anak-anak tidak belajar, melainkan mereka diajak menonton film motivasi seperti negeri 5 menara, laskar pelangi dan lainnya. Hal itu sebagai upaya menanamkan mimpi di hati dan pikiran anak-anak.

“Kadang-kadang saya mendongeng kisah-kisah tauladan. Mengenai biaya ini gratis pak. Bahkan setiap satu anak-anak saya kasih makan biskuit sebagai hiburannya ,” tutupnya. (d)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *