Rintis TPQ, Ajak Anak Gemar Mengaji

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

 

Kebiasaan anak mengaji pada waktu Magrib di sebagian tempat sudah ditinggalkan. Padahal tradisi mengaji saat Magrib sudah turun temurun di warisi masyarakat. Terlebih masyarakat di perkotaan, kebiasaan tersebut kian hilang.

Sadar kondisi dan perubahan tersebut, Budiawan, SE, menghidupkan kembali tradisi mengaji magrib bagi anak-anak di kawasan Kelurahan Tanjung Karang. Berkat tangan dinginnya, Budiawan mampu meyakinkan Ketua RT setempat untuk mendirikan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ).

Menurut Budiawan, keberadaan TPQ sangat dibutuhkan bagi anak-anak. Mengingat selama ini, TPQ masih sangat minim. Anak-anak kata dia, masih ngaji seadanya di rumah mereka masing-masing. Itu pun jika orang tua mereka sempat mengajarkan mereka. Jika tidak karena terlalu sibuk, anak-anak tidak mengaji.

“Belum ada tempat mengaji untuk anak-anak, kecuali mereka mengaji dirumahnya masing-masing, itupun kalau orang tuanya sempat menagjari anak-anaknya karena kesibukan orang tuanya,” ujar Budiawan menuturkan.

Berkat kerjasama pengurus RT beserta masyarakat sekitar, mereka sepakat untuk membuatkan tempat untuk mengaji sekaligus yang nantinya akan dijadikan tempat pertemuan para pengurus RT dan msyarakat setempat. Lebih jauh dikatakan, antusias anak-anak untuk membaca Alqur’an sangat besar. Apalagi orang tua mereka memberi dukungan penuh.

“Anak tidak menonton tv lagi pada waktu magrib karena mereka disibukkan dengan belajar mengaji,” urainya.

Saat ini, jumlah anak-anak yang terdaftar ikut mengaji sebanyak 30 orang terdiri dari anak-anak TK, SD, dan SMP. Adapun jadwal mengaji dilakukan setiap malam kecuali malam Minggu. Mengaji dilakukan setelah sahlat magrib, dan diakhiri dengan shalat isya secara berjamaah.

Khusus untuk malam Senin sampai Kamis, anak-anak fokus belajar membaca Alqur’an, sedangkan untuk malam Jum’at baca surat Yasinan bersama setelah itu mereka diajarkan untuk menghafal ayat-ayat pendek (juz amma). Sedang untuk malam Sabtu mereka diajarkan rukun-rukun islam, rukun iman, rukun shalat, rukun wudu’, shalat, dan do’a-do’a sehari-hari dan bahkan kita sampai mengajarkan mereka mengambar/mewarnai.

“Selain mereka mempelajari Alquran, rencananya dan sudah kita buatkan ruang baca atau perpustakaan untuk tempat mereka membaca buku setelah mengaji, sehingga kita buatkan wacana “Magrib Mengaji, Isya’ Membaca”, karena kita sudah tau generasi sekarang ini sudah jarang membaca buku karena mereka lebih banyak memegang HP. Inikan, parah kalau kita biarkan, bisa jadi kedepannya mereka menjadi generasi yang pemalas”. (dys)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *