UIN Mataram Dikunjungi Kementerian Sesneg

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Mutawalli

 

 

Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, untuk pertamakalinya melakukan pemantauan penyusunan rencana peraturan pemerintah tentang pendidikan tinggi keagamaan selama tiga hari yaitu tgl 23-25 November di UIN Mataram

Berdasarkan Surat perintah Asisten Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Hanung Cahyono, tanggal 13 November 2017. Menugaskan Dyah Ariyanti Kepala Bidang Agama, Pendidikan, Riset dan Teknologi dan Deriansyah Rizki Siregar Kepala Sub Bidang Agama dan Pendidikan.

Kehadiran pejabat Sesneg tersebut disambut baik oleh pimpinan UIN Mataram bersama seluruh jajaran terkait yang diacarakan di ruang rapat utama Rektor

Rektor yang didampingi Kasubag Humas menjelaskan, kunjungan Sesneg hari pertama melihat kondisi fisik kampus mulai dari rektorat, gedung perkuliahan, UPT Perpustakaan, serta fasilitas pendukung lainnya yang berada di kampus satu dan juga kamus dua.

Selanjutnya pada hari kedua diagendakan untuk diskusi menyerap aspirasi terkait dengan rencana peraturan pemerintah tentang perguruan tinggi keagamaan.

Pertemuan di ruang rapat rektor dipandu oleh Wakil Rektor Satu Dr. H. Masnun Tahir. Dalam pengantarnya beliau menjelaskan tentang kondisi terkini perkembangan kampus setelah berubah wujud dari IAIN menjadi UIN. Masnun menggambarkan secara universal bahwa geliat perubahan setelah menjadi UIN sangat memacu adrenalin semua komponen, mulai dari retktor, Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana beserta seluruh jajaran hingga mahasiswa. Atmospir perubahan dapat diukur dengan capaian kinerja dalam hitungan baru memasuki tujuh bulan setelah ditetapkan menjadi UIN ini

Rektor UIN Mataram Dr. H. Mutawali dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dari Sesneg dan terimakasih atas bantuan dan dukungan selama ini hingga IAIN Mataram dapat dipercepat prosesnya menjadi UIN Mataram yang ditargetkan pada tahun 2020 namun dapat terwujud dipertengahan tahun 2017 ini

Lebih lanjut Dr. H. Mutawali menjelaskan, aspirasi UIN Mataram dalam penyususnan peraturan pemerintah yang menjadi tupoksi Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan adalah berharap agar ada keseimbangan proporsi perlakuan kebijakan untuk universitas keagamaan dan universitas umum.

Hal tersebut sangat penting, contoh dalam penentuan pemberian gelar kehormatan akademik yaitu guru besar, hendaknya bisa dilakukan cukup sampai Kementerian Agama saja.

Selain itu juga yang tidak kalah pentingnya adalah mengenai keberadaan fakultas yang memiliki kemiripan dengan universitas umum seperti kedokteran, sains dan tekhnologi, serta yang lainnya hendaknya dapat difasilitasi oleh Kemenristekdikti sebagaimana memfasilitasi universitas umum juga. Kemudian masalah tenaga pendidik dan kependidikan hendaknya UIN Mataram segera diberikan tambahan, seiring dengan tuntutan perubahan sebagai konsekwensi dari penambahan fakultas dan jurusan umum sekarang ini.

Dalam diskusi yang sangat komunikatif, Diyah Ariyanti dan Deryansyah mengajukan bebebrapa pertanyaan langsung yang bersifat tekhnis kepada para pejabat, mulai dari wakil rektor, dekan, kabag akademik, kabag perencanaan, kepala perpustakaan dan kasubag humas. Semua masukan tersebut akan dihimpun menjadi risalah aspirasi UIN mataram sebagai sumbangsih pemikiran dalam penyusunan drap peraturan nantinya. (d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *