Ketua MPR RI Gagal Beri Kuliah Umum di Universitas 45

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

Akibat ditutupnya sejumlah bandara dari dan menuju BIL akibat erupsi gunung Agung, Ketua MPR RI Dr (HC) M. Zulkifli Hasan gagal memberikan kuliah umum dan sosialisasi Empat Pilar di hadapan ratusan mahasiswa Universitas 45 Mataram.

Sejatinya, Zulkifli Hasan dijadwalkan memberikan kuliah umum di dua tempat. Yaitu di Muktamar GPII dan Universitas 45 Mataram. Zulkifli Hasan akhirnya digantikan oleh Anggota MPR RI Syafrudin, ST., MT.

“Sejatinya Pak Zulkifli sudah siap tadi pagi berangkat, tapi bandara masih ditutup,” ujar anggota DPR RI Dapil NTB ini.

Dirinya berharap, ketidakhadiran Zulkifli Hasan dapat dimaklumi dan tidak memutuskan silaturahim.

Hadir dalam acara sosialiasi Empat Pilar tersebut Ketua Yayasan 45 Mataram, Rektor 45 Mataram, civitas akademika Universitas 45 Mataram, Dewan Pembina Universitas 45 Mataram, Dewan Pengurus Yayasan Universitas 45 Mataram, Rektor UNTB, Rektor Universitas Mahasaraswati, Ketua STIKES Mataram, Rektor IKIP Mataram, dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Syafrudin menerangkan tentang betapa pentingnya bangsa Indonesia menerapkan nilai-nilai dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.  Pancasila adalah pandangan hidup dan ideologi bangsa.  Dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa menyiratkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang ber-Tuhan.

Kepada para mahasiswa, Syafrudin juga memotivasi bahwa sebagai generasi muda bangsa agar tidak minder, takut atau putus harapan dalam mengejar kesuksesan.

Dicontohkan, dirinya pernah gagal sebagai Caleg dua kali. Meski sempat gagal, dia belajar dari kelemahan dan kegagalan sebelumnya. Alhasil, berhasil menjadi anggota DPR RI selama dua prleriode hingga kini.

Dalam soal memahami kebhinnekaan, Syafrudin menegaskan bahwa Indonesia berbeda dan beragam itu adalah fakta tak terbantahkan.  Jangan sampai perbedaaan tersebut dijadikan alat untuk menjatuhkan atau memecah belah. Tapi justeru perbedaan mampu mewujudkan persatuan antar sesama anak bangsa. (p)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *