Pemerintah Harus Antisipasi Guru Produktif yang Akan Pensiun

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Persoalan minimnya guru produktif di NTB sudah berlangsung lama. Akibat dari kekurangan jumlah guru prduktif, proses belajar mengajar terkait mata pelajaran tersebut sedikit terganggu.

Kepala SMKN 6 Mataram Muhammad Tauhid, S.Pd., mengingatkan kepada pemerintah agar mewanti-wanti kekurangan guru produktif di berbagai SMK. Diakuinya, saat ini di hampir semua SMK mempunyai problem yang sama yaitu minimnya guru produktif. Kekurangan itu tidak saja terjadi di NTB, namun juga terjadi secara nasional.

Kondisi memperihatinkan tersebut bertambah seiring pada tahun 2018 mendatang, terdapat banyak guru produktif yang akan pensiun seperti di SMKN 3 dan SMKN 6 Mataram.

“Tahun depan ada yang pensiun juga guru Las, ini yang harus dipikirkan,” ujarnya.

Dijelaskan Tauhid awal mula kekurangan guru produktif akibat pemerintah menghentikan program DIII khusus untuk guru SMK. Saat itu, semua guru yang ingin mengajar di SMK harus lulus DIII Khusus guru SMK ini. Hanya saja di tengah perjalanan sistem, belajar ini dihapus pemerintah. Sejak saat itu semua SMK kekurangan guru produktif.

Tentu saja, kebijakan menutup program DIII itu jadi ironi tersendiri bagi pemerintah karena di satu sisi ingin meningkatkan SDM berkualitas, tapi di sisi lain tidak menyiapkan infrastruktur memadai melahirkan SDM.

“Tuntutan pemerintah banyak tapi tidak dibarengi dengan ketersediaan fasilitas,” ujarnya.

Pihaknya meminta agar SMK-SMK pasca diambil alih Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, dapat dikelola lebih baik dan terutama ialah mampu menyiapkan guru-guru produktif di SMK terlebih banyak yang akan pensiun tahun depan. Bahkan di penghujung tahun ini, ada juga guru produktif di salah satu SMK yang akan pensiun. Tentunya ini mengkhawatirkan bagi keberlangsungan SMK. (d)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *