Forum Rektor Percepat Penerapan SAPTO

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Rektor UIN Dr. H. Mutawali

Forum Rektor menggelar Rapat Koordinasi yang dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemeterian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari yaitu 24-26 September 2017 di Hotel Mercure Nusa Dua Bali dan dihadiri oleh semua Rektor UIN, IAIN dan STAIN Se-Indonesia.

Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama R.I. Prof. Dr. H. Kamaruddin, M.A., Phil.,  dalam sambutannya pada  saat membuka acara memberikan beberapa poin sebagai program prioritas bersama yaitu perlu adanya koordinasi yang baik antara Forum Rektor dengan Direktorat dalam hal melakukan pendekatan pada BAN-PT

Dikatakan bahwa BAN PT berharap setiap kampus harus terayomi artinya bahwa Perguruan Tinggi Islam perlu menggendong PTKIS di sekitarnya. Di samping itu, Kamarudin meminta agar setiap notulensi kegiatan dan dokumen lainya harus terpublikasi secara online

“Kita kaya dengan potensi para dosen yang mampu mengisi jurnal internasional, tapi anehnya kita minim sekali memiliki jurnal terakreditasi internasional,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Forum Rektor PTKIN Prof. Dr. Dede Rosyada yang juga merupakan Rektor  Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Ditjen Pendidikan Islam) Kementerian Agama RI tahun 2011 hingga 2014 mengingatkan kepada seluruh anggota Forum Rektor terkait kebijakan BAN-PT baru-baru ini yang telah menerbitkan peraturan Nomor 4 tahun 2017 tentang Instrumen Akreditasi serta Panduan Penggunaan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO).

Kebijakan penggunaan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) menurutnya merupakan dasar bagi seluruh Perguruan Tinggi untuk mulai secara serius merumuskan capaian pembelajaran, merencanakan serta melaksanakan asasmenya serta menggunakan hasil asasmen tersebut untuk merumuskan dan melaksanakan tindakan perbaikan secara berkelanjutan.

Hal ini merupakan langkah strategis yang menempatkan instrumen akreditasi sebagai tolok ukur pencapaian mutu perguruan tinggi dan program studi. Dengan menggunakan tolok ukur ini, Perguruan Tinggi dan Program Studi dapat menentukan tahapan-tahapan pengembangannya mulai dari pendirian program, pengelolaannya, sampai dengan peningkatan kapasitas dan kualitas.

Sementara itu, Rektor UIN Mataram, Dr. H. Mutawali dalam kesempatan diskusi menyampaikan bahwa apa yang diharapkan oleh Pak Direktur dan Ketua Forum terkait dengan strategi membangun komunikasi dengan BAN PT sudah dilaksanakan UIN Mataram beberapa waktu lalu, tepatnya sekitar pertengahan bulan Juli 2017. Sontak saja disambut apresiasi tepuk tangan meriah oleh semua peserta. Prof Dede Rosyada menambahkan bahwa apa yang dilakukan UIN Mataram dapat dijadikan refrensi oleh PTKIN lainnya sehingga target akreditasi dapat tuntas tahun ini. (d)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *