UIN Gelar Workshop Pelaksanaan SAPTO

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Mutawalli

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tahun ini mulai mewajibkan semua perguruan tinggi untuk mengaplikasikan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) pada saat mengajukan boorang akreditasi.

Rektor UIN Mataram Dr. H. Mutawalli mengemukakan bahwa menyambut kebijakan tersebut, UIN Mataram lalu membuat kegiatan workshop pelaksanaan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) agar dapat dipahami oleh civitas akademika UIN Mataram.

Mengingat kebijakan dari BAN-PT ini merupakan kebijakan baru berbasis online, maka penting bagi semua dosen memahami proses dan cara pelaksanaan pengajuan boorang berbasis online atau SAPTO.

Namun demikian, yang lebih subtantif dari pelaksanaan kegiatan ini ialah pentingnya semua dosen memahami IT.

“Yang subtantif dari kegiatan ini ialah memberikan pemahaman kepada dosen tentang pentingnya IT,” ujarnya Senin (11/9).

Kegiatan ini juga lanjutnya mencerminkan komitmen pihaknya untuk terus mengembangkan lembaga terlebih pasca alih satus menjadi UIN Mataram.

“Jadi sekarang dosen itu tidak lagi membuat atau mengirim proposal pengajuan akreditasi secara manual tapi juga online.

Outupnya ialah memberikan pemahaman dan kemampuan teknologi. Karena kendala kita banyak soal IT, tapi kita sudah mulai butuh proses panjang,” jelas Mutawalli.

Sementara itu, Direktur Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Prof. T. Basarudin yang menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut mengungkapkan perubahan cara pengajuan akreditasi dari manual ke sistem online untuk memudahkan BAN-PT dalam mendata perguruan tinggi yang sudah terakreditasi ataupun belum terakreditasi.

Selain itu dengan sistem tersebut  diharapkan bukan hanya dapat meningkatkan efesiensi dan kapasitas BAN-PT, tetapi sekaligus dapat meningkatkan akurasi, objektifitas transparansi, dan akuntabilitas.

Basaruddin mengatakan, saat ini BAN-PT telah melakukan akreditasi perguruan tinggi sebanyak 1.118 dan masih ada 3.400 perguruan tinggi lagi untuk diakreditasi.

Sedangkan untuk akreditasi Program Studi BAN-PT baru mengakreditasi 20 ribu dari 24 ribu prodi yang ada, dan BAN-PT memprediksi pada tahun 2017 ini pihaknya harus mengakreditasi sebanyak 35 ribu prodi. (ed)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *