Mahasiswa Baru UMM Diingatkan Agar Berprestasi

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Mahasiswa baru UMM saat mengikuti PKKMB

Sebanyak 1.100 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM) mengikuti masa Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru  (PKKMB) yang berlangsung Senin (18/9/2017).

Selama seminggu kedepan, mereka akan diperkenalkan berbagai materi tentang kemuhammadiyahan. Materi lainnya ialah perkenalan tentang BEM, DPM dan UKM dengan harapan agar mahasiswa baru bisa memahami kondisi kampus.

Pada kesempatan itu, Rektor UMM Drs. Mustamin H. Idris, mengingatkan agar mahasiswa baru dapat terus berprestasi secara akademik.

“Jadilah mahasiswa yang berprestasi, baik prestasi akademik maupun non akademik. Saudara harus mampu menjadi mahasiswa yang IPK nya itu 4.0 jangan sampai ada yang di bawah 3.0,” kata Mustamin dihadapan mahasiswa baru.

Di samping meraih prestasi akademik, mahasiswa juga harus meraih prestasi non akademik.

“Yang bisa pidato bahasa arab terus dikembangkan, yang bisa debat hukum silahkan dikembangkan, yang bisa puisi dikembangkan,” ujarnya.

Dikatakannya, agar berprestasi mahasiswa harus masuk dan belajar di organisasi yang disedikan di kampus. Seperti IMM, DPM, UKM dan BEM. Mengingat belajar di kampus ialah sarana menempa diri menjadi mahasiawa pembelajar yang memiliki karakter berbeda di bandingkan saat SMA. Jika di SMA siswa diberikan materi oleh guru, namun sekarang mahasiswa harus mencari materinya sendiri. Jadi beda cara belajar di SMA dengan di perguruan tinggi.

“Saya berharap selama perkuliahan supaya bergabung dalam organisasi itu baik IMM, BEM, DPM jangan ikuti organisasi selain itu. Kuliah itu, aktif dalam kegiatan itu supaya minimal saudara bisa berpidato di depan umum” imbuhnya.

Lebih jauh dikatakan, berprestasi secara akademik saja tidak cukup. Harus juga berprestasi di luar akademik salah satunya melalui organisasi. Di organisasi, mahasiswa dapat belajar apa yang tidak dapat dipelajari di kampus. Namun antara keduanya haruslah seimbang.

“Kalau tidak aktif di organisasi mahasiawa walau IP 4.0 karena tidak ada latihan. Jadi saya harap nanti aktiflah nanti di kegiatan itu supaya berpengalaman. Manfaatkan kesempatan belajar ini mumpung masih muda masih ada kesempatan karena banyak juga yang tidak selesai di tengah jalan mengkhianati kepercayaan orang tua, dikasih uang untuk bayar kos dipakai untuk main judi, untuk narkoba. Tiap tahun orang tua kirim uang, dipakai yang lain. Janganlah seperti itu”. (s)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *