Penerima Beasiswa Afirmasi Unram, Ingin Membangun Sorong Melalui Bisnis

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

Mataram- Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti pada masa penerimaan mahasiswa baru beberapa waktu lalu melakukan seleksi secara nasional peserta Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) tahun 2017

Dari jumlah peserta total sebanyak 4.675 peserta, berhasil terjaring sebanyak1.750 orang sesuai dengan jumlah kuota yang disediakan. Seleksi beasiswa afirmasi ADik 2017 ini menjaring siswa terbaik untuk masuk ke 48 PTN dan 22 Politeknik di seluruh Indonesia. Salah satunya Universitas Mataram (Unram).

Di tempat ini, sudah terdapat puluhan mahasiswa asal Papua dan Papua Barat yang masuk lewat jalur beasiswa afirmasi ADik. Pemberian beasiswa afirmasi ADik bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada putra-putri Papua dan Daerah 3T lulusan SMA/SMK/sederajat yang berprestasi akademik untuk memperoleh pendidikan tinggi di PTN unggulan, dan menyiapkan sumber daya manusia anak-anak Papua dan Daerah 3T yang berkualitas untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Dedi Soly Yesnat, salah satu mahasiswa Unram yang berhasil memperoleh Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) 2017. Dedi yang merupakan putra kelahiran Sorong, Papua Barat ini menuturkan rasa syukurnya terhadap pemerintah karena berhasil lulus seleksi.

Diakui, seleksi berlangsung cukup ketat. Dia termasuk salah satu yang beruntung dapat lulus dan merasakan pendidikan tinggi di Unram. Keinginnanya untuk belajar di Unram pada awalnya sempat terganggu karena persoalan bahasa. Karakter bahasa Papua dengan yang lainnya diakui memiliki bperbedaan cukup jauh, sehingga sejak beberapa minggu pasca datang ke Lombok dia lebih banyak menyendiri.

“Kendala di bahasa, awalnya mau pulang. Bahkan sudah cari tiket pulang lagi,” ceritanya.

Namun setelah dikuatkan oleh orang tua, Dedi akhirnya merasakan kenyamanan tinggal di Lombok dan lebih lagi setelah menemukan banyak teman kuliah yang diakuinya sangat baik-baik.

Dedi yang lulus di Jurusan Manajamen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini menuturkan keinginannya untuk membangun Sorong setamatnya kelak dari jalur bisnis. Menurutnya saat ini, pengusaha yang ada di Kabupaten Sorong lebih banyak pengusaha dari luar seperti Jawa. Sementara pengusaha berasal dari asli Sorong sangat minim. Niat itulah yang menjadi motivasi kuat Dedi menuntut ilmu, tentu di samping ingin membanggakan kedua orang tuanya.

“Saya pingin bisnis, belajar-belajar bisnis,” tuturnya.

Karena disana jelasnya, semua hal potensial dijadikan bisnis. Terutama bisnis pakaian dan makanan, meski mengembangkan usaha tidaklah mudah di tengah kendalan akses jalan dan transportasi yang kurang memadai. (d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *